Rabu, 6 Mei 2026

Berita Belitung

Bawa Obat Batuk dan Tuak, Dua Remaja Putri dan Empat Pemuda Diamankan Satpol PP Belitung

Saat patroli tersebut Tim Satpol PP Belitung mengamankan pelajar dan pemuda putus sekolah, di area pesisir pantai Jalan Patimura

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Petugas Satpol PP Belitung, Jumat (8/2/2020) malam mengamankan dua pelajar perempuan dan remaja lelaki. 

Pria Ini Tenggak Lima Strip Obat Batuk Biar Mabuk

Obat batuk yang ditemukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Sabtu (8/2/2020) diduga telah disalahgunakan oleh remaja perempuan yang berstatus pelajar.

Obat itu, disebut-sebut bisa membuat tenang setelah dikonsumsi dengan jumlah banyak.

Ternyata untuk penyalahgunaan obat batuk ini, bukan baru-baru ini dipergunakan untuk mabuk.Ironisnya agar membuat mabuk mereka minum obat batuk tersebut dalam jumlah yang banyak, bahkan ada yang sudah pernah lima papan mengkonsumsi obat itu, dalam satu kali minum.

Seorang lelaki berinisial ME (17) warga Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, adalah satu di antara remaja lainnya yang diamankan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Belitung saat sedang nongkrong di pesisir pantai Jalan Patimurah atau biasa di sebut Tanah Merah (TM), Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

Lelaki yang putus sekolah ini, diamankan oleh petugas bukan karena mengkonsumsi obat batuk itu. Namun ketika tertangkap, ia sedang mengkonsumsi minuman tuak bersama dua sahabatnya yaitu Dani (20) warga Telok Dalam, Desa Juru Seberang, dan Maulana (21) warga Jalan Pemuda, Desa Aik Rayak.

ME bercerita, sempat mengkonsumsi obat batuk tersebut, terakhir sekitar tiga bulan lalu. Ia mengkonsumsi obat batuk ini tak tanggung-tanggung yaitu empat papan/strip  sekaligus atau sama dengan 16 butir obat.

Obat itu di dapat oleh ME, dengan cara membeli secara langsung di toko.

"Sekitar tiga bulan lalu lah terakhir makan obat itu, tapi sekarang sudah tidak lagi, ya sudah berhenti lah. Minum saja sudah mulai mengurangi sedikit-sedikit," cerita ME kepada Posbelitung.co, Sabtu (8/2/2020).

Kali pertama ME mengkonsumsi obat batuk itu tahun 2017 lalu, dan satu kali makan obat ini empat papan sekaligus. Dulu, ME biasa mengkonsumsi obat tersebut setiap ingin 'ngayau' (jalan- jalan).

Awalnya, ia mengetahui obat itu bisa digunakan untuk mabuk, dari cerita rekan- rekannya.

"Jadi saya coba awal nya, habis itu setiap ingin ngayau minum itu, ya sekitar dua sampai tiga minggu sekali lah mengkonsumsi itu. Ya bisa dibilang rutin lah," ucapnya.

Reaksiyang didapat oleh ME, setelah minum obat tersebut dengan jumlah banyak, yaitu bisa membuat mabuk, dan membuat hati ataupun perasaan nyaman. Ditambah lagi, membuat tubuh terasa ringan.

"Kalau sambil minum tuak gitu, nyaman juga dan memang kalau minum obat ini sampai dia betul-betul naik (mabuk) itu lama, tapi cepat juga habisnya (hilang pusing). Ya sebetulnya biar tidak bosan jadi mabok itu," ungkap ME.

Perempuan Ini Salahgunakan Obat Batuk 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved