Berita Belitung
Wisatawan China yang Berlibur ke Belitung Kirim Paket Masker Seberat 101 Kilogram
Berdasarkan informasi, wisatawan asal Tiongkok yang sedang berlibur ke Belitung melakukan pengiriman sebanyak 16 dus dalam satu hari.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Dinkes : Tersedia di Loket Puskesmas
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang memiliki stok masker yang cukup untuk waktu satu tahun.
Masker-masker tersebut dibagikan ke tiap puskesmas dan gratis bagi masyarakat.
Plt. Kepala Dinkes, Suriyanto mengatakan, mereka memiliki stok 393 kotak masker.
Dalam satu kotak berisi sekitar 50 lembar.
Masker tersebut diberikan kepada masyarakat yang mendatangi pelayanan ke puskesmas dan dapat diambil di loket pendaftaran pasien.
Pihaknya tidak memberikan masker langsung ke rumah-rumah masyarakat.
Melainkan dilimpahkan ke puskesmas dan pihak puskesmas lah yang membagi, baik itu di loket pendaftaran maupun di jalan raya.
"Stok selalu cukup dan memang kita letakkan di puskesmas saja. Karena di situ kan dianjurkan untuk memakai masker," ujar Suriyanto, Senin (10/2/2020).
Dia menuturkan, meskipun banyak masker di apotik yang diborong masyarakat, tapi tidak mempengaruhi ketersediaan masker di dinas kesehatan.
Pasalnya mereka langsung melakukan pengadaan obat melalui distributor langsung.
Suriyanto menyebut maraknya virus corona yang telah menyebar ke berbagai negara, namun wilayah Pangkalpinang masih aman dari penyebaran virus tersebut dan belum ada laporan mengenai gejala terkait.
"Saya juga belum dengar kalau masker di Pangkalpinang diborong habis karena penyebaran virus corona. Soalnya kita tidak terpaku pada penjualan di apotik. Ada stok sendiri," katanya.
Dia menambahkan, untuk antisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah mengeluarkan surat himbauan ke puskesmas dan rumah sakit.
Sementara ini, kata Suriyanto untuk antisipasi yang bisa dilakukan yakni memberikan himbauan ke masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengecek kondisi tubuhnya, apabila mengalami panas tinggi diatas 38 derajat, batuk disertai flu, sakit tenggorokan dan gejala tersebut dirasakan tidak kunjumg sembuh hingga 14 hari.
"Karena virus ini menyebar melalui udara jadi antisipasi kita mengingatkan masyarakat. Segera cek kalau menemukan kondisi seperti itu," tambah Suriyanto.
Masker Hanya Sebagai Pencegahan Tingkat Dasar
Dosen Epidemiologi sekaligus Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ade Devriany mengatakan dari perpektif bidang kesehatan masyarakat, fungsi masker hanya sebagai pencegahan tingkat dasar saja.
"Masker tidak bisa mengobati, hanya sebagai membatasi penularan. Yang ditutup hanya hidung dan mulut, proses pencegahannya bagaimana supaya virus atau bakteri di luar sana yang penularan lewat udara tidak terhirup," ujar Ade saat ditemui bangkapos.com, di gedung A Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Senin (10/2/2020).
Lebih lanjut, ia mengatakan pemakaian masker tidak hanya untuk pecegahan bagi orang yang sehat, akan tetapi pemakaian masker juga perlu bagi seseorang yang membawa virus atau penyakit di dalam tubuhnya.
"Jadi orang tersebut tidak menularkan penyakit kepada orang lain, jadi bisa meringankan resiko untuk menularkan atau tertular," bebernya.
Teknik Memakai Masker
Menurutnya, pemakaian masker bisa dikatakan efektif apabila penggunaannya sesuai.
Masker memiliki dua sisi meliputi sisi kasar atau warna lebih terang.
Bentuk lipatan ke bawah yang diperuntukan untuk bagian luar berfungsi menahan atau menghalang virus atau bakteri masuk.
Selanjutnya, sisi lembut atau warna lebih pudar, lebih lembut diperuntukan untuk bagian dalam serta bentuk lipatan ke atas agar tidak terhirup virus atau bakteri penyebab penyakit ke dalam tubuh.
"Masker bisa efektik sesuai aturan pakai, pemakaian masker itu pun sekali pakai, setelah itu tidak dianjurkam dipakai kembali serta tidak boleh bagian depan masker dipegang, saat melepas pegang bagian tali saja. Sebab di bagian depan tersebut melekat virus dan bakteri yang dihalang,"jelas Ade.
Saranya, pencegahan utama agar tidak tertular penyakit ada pada diri sendiri lebih memperhatikan pola hidup sehat seperti sering mencuci tangan dan menghindar kontak fisik terhadap orang yang beresiko menularkan penyakit.
"Mengenai yang sedang heboh yaitu virus corona. Kalau sejauh ini dari edarannya langkah utama mencegah virus tersebut dengan penggunaan masker di tempat umum," tutupnya.
Warga Diminta Jangan Panik Cari Masker
Kebutuhan atas masker saat ini diperlukan oleh beberapa negara, terutama negara yang telah dinyatakan terinveksi virus corona.
Banyak warga yang membutuhkan masker membeli dengan jumlah banyak, untuk mengantisipasi penularan virus.
Sementara untuk wilayah Provinsi Bangka Belitung, saat ini masih berstatus kesiap-siagaan, terhadap penyebaran virus tersebut.
Telah banyak langkah serta upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Babel mencegah virus tersebut masuk.
Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Bangka Belitung, Mulyono, mengatakan, dalam menggunakan masker juga harus berhati-hati.
Warga Babel menurutnya, jangan panik dengan membeli masker secara berlebihan.
"Masker ini harus hati-hati menggunakan dalam kesiap siagaan tidak menjadi wajib, ketika dipakai jangan sampai panik semua mencari masker ini,"jelas Mulyono kepada wartawan, Senin (10/2/2020).
Ia mengatakan, saat ini kondisi Babel tidak dalam darurat penyebaran virus tersebut sehingga tak perlu khawatir berlebihan.
Namun, tetap waspada dan terus hidup sehat.
"Tidak semua kita memenuhi masker warga Babel, namun kita perlu waspada yang penting prilaku sehat dalam artinya sering cuci tangan pakai sabun, kedua adalah bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh, makin ditingkatkan dengan istirahat cukup jangan banyak begadang,"katanya.
Ia menjelaskan, penggunakan masker dilakukan dalam kondisi tertentu saja jangan panik dalam penggunaanya.
"Masker pada kondisi tertentu diperlukan dengan benar, masker digunakan yang berbeda warna, hijau depan dan putih dalam, serta dalam penggunaanya jangan sering digeser geser,"lanjutnya.
Ia menjelaskan, jumlah masker yang ada di Bangka Belitung saat ini berjumlah, 467.950 lembar, tersebar di berbagai Kabupaten di Babel.
"Di Babel saat ini jumlahnya, 467.950 lembar, masker ini biasa dipakai masyarakat, sementara untuk masker tenaga medis itu N95 tentunya hanya untuk tenaga medis bukan untuk masyarakat jumlahnya 9.720,"katanya.
Mulyono mengatakan, bahwa saat ini Provinsi Bangka Belitung, masih dalam kesiap siagaan tidak ada kasus penyebaran virua tersebut di Babel.
"Sekali lagi kita pada fase kesiap-siagaan kita melakukan pengawasan responya, kita masih tahapan kesiap siagaan, setiap orang yang masuk melalui Pelabuhan dan Bandara di pantau oleh KKP kondisi tubuhnya,"tukasnya.
(posbelitung.co/Dede Suhendar/Riki Pratama/Andini Dwi Hasanah/ Cici Nasya Nita/ Suhardi Wiranata)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wisatawan-tiongkok-melakukan-pengiriman.jpg)