Jika Merasa Terkena Paparan Virus Corona, Kapan Harus ke Dokter?

Namun jika gejalanya lebih parah, seperti demam yang tak kunjung hilang, sesak napas, dan lesu, maka itu saatnya untuk menghubungi dokter.

Bangkapos.com
Ilustrasi virus corona 

BANGKAPOS.COM - Tersebarnya virus corona di seluruh dunia membuat kekhawatiran akan terserang penyakit tersebut telah meningkat.

Namun, tidak selalu demam dan batuk berarti kita telah terpapar virus corona.

Lalu, bagaimana kita tahu jika kita terinfeksi virus corona?

Dan kapan kita harus pergi ke dokter?

Gejala virus corona --seperti demam, batuk, pilek-- mirip dengan flu biasa.

Jika kita mengalami gejala-gejala tersebut, tetapi merasa seperti bisa mengatasinya dengan obat di rumah, para ahli mengatakan, itulah yang harus kita lakukan.

"Apabila kita merasa sehat dan itu bukan karena virus corona, kita tidak akan perlu pergi ke dokter," ucap Lauren Sauer, asisten profesor kedokteran darurat di Johns Hopkins Medicine seperti dilansir dari The Washington Post.

Namun jika gejalanya lebih parah, seperti demam yang tak kunjung hilang, sesak napas, dan lesu, maka itu saatnya untuk menghubungi dokter.

Sebagian besar kasus virus corona, yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19 bersifat ringan.

Maka, jika semua orang dengan flu memenuhi ruang gawat darurat, akan lebih sulit bagi para profesional untuk merawat pasien yang sakit kritis.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved