Selasa, 19 Mei 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Kisah Para Perawat di Belitung Rawat Pasien Diduga Terjangkit Covid-19: Mereka Harus Di-support

Tiga orang perawat di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, yaitu Juliana (31), Yeyen Sridamayanti (34), Kiki Srihandayani (32) berbagi cerita...

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedy Qurniawan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Ety Hastuti (kiri foto) ketika berfoto bersama dengan perawat yang bertugas di ruang Isolasi. 

Sebab, gerakan tubuh menjadi terbatas dan sangat jauh berbeda dibandingkan menggunakan baju biasa.

Apabila sudah menggunakan APD tentu harus diimbangi dengan kehati-hatian penuh.

Apalagi jika sudah menggunakan APD, maka tidak bisa makan, minum, dan pergi ke toilet, maupun keluar dari ruangan isolasi tersebut.

"Termasuk saya, sampai terkencing pernah, jadi cara kami, sebelum menggunakan APD itu, kami makan dan minum. Ya itu 4 jam lah, soalnya kalau baru satu jam menggunakan APD langsung dibuka, itu harus di musnahkan APD-nya, jadi sayang kalau dibuka," cerita Juliana.

Untuk bertemu keluarga di rumah, tiga wanita ini seperti melakukan pertemuan biasa.

Tidak ada menghindar dan dihindari oleh keluarga di rumah, termasuk anak-anak mereka. 

Setiap ingin pulang kerumah, mereka terlebih dahulu mandi di dalam di RSUD H Marsidi Judono Belitung, dan mengganti pakaian kerja.

"Kalau sudah di rumah, kami mandi lagi, jadi langsung masuk ke kamar mandi, ganti pakaian lagi, baru bisa bersama keluarga. Ya kalau dengan keluarga, mereka tidak takut, malah memberikan support kepada kami. Karena kalau kami sudah down dari awal, nanti dan seterusnya akan down, itu membuat imun kami menurun, jadi kami harus semangat, jadi keluarga tidak menjauhi kami," jelasnya.

Termasuk saat menangani pasien nomor-34 yang positif terjangkit Covid-19 lanjut, mereka tidak mengalami kesulitan.

Pasien nomor34 disebut tidak diinfus dan kooperatif  selama menjalani perawatan di ruang isolasi.

"Kami juga setiap masuk keruangan itu bergantian, misalkan saya pagi, nanti siang beda lagi orang nya, malam juga begitu. Jadi kontak dengan pasien ini hanya seperlunya saja, karena pasien ini sudah mandiri," ungkap Juliana.

Mereka Harus Di-support

Tenaga medis di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung kini bisa disebut sebagai pahlawan kemanusiaan untuk penanggulangan covid-19 di Negeri Laskar Pelangi.

Mereka sangat berisiko karena akan terlibat kontak dengan pasien yang diduga terjangkit virus corona.

Sehingga para tenaga medis, terutama para dokter dan perawat, sangat berhati-hati dalam bertugas.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved