Horizzon

Dari Jurus Nasi Kucing Hingga Keranda Mayat

ALHAMDULILLAH, setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berangsur mulai pulih.

Editor: suhendri
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr/Pimred BANGKA POS GROUP 

ALHAMDULILLAH, setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berangsur pulih. Lebih dari dua pekan Budi Karya Sumadi mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi RSPAD Gatot Subroto.

Perkembangan terakhir Budi Karya Sumadi bisa dilihat dari video pernyataan dirinya dari ruang perawatan yang beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah pada 31 Maret tersebut, selain bertakbir, ia juga menyampaikan pesan semangat melawan virus korona.

Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terpapar Covid -19 pada 14 Maret 2020 melalui pengumuman resmi yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Membaiknya kondisi Menhub tentu menjadi harapan bagi semua anak bangsa yang tengah diliputi kepanikan akibat virus ini. Keberhasilan Budi Karya Sumadi akan membuat publik yakin bahwa Covid-19 tidak selalu berakhir dengan kematian.

Namun demikian, kabar yang menyebutkan bahwa Budi Karya Sumadi positif terpapar Covid-19 juga menjadi berita paling mengejutkan sekaligus ironi.

Bagaimana tidak, sebelum keberadaan pasien pertama di Indonesia diakui oleh presiden, Budi Karya Sumadi sempat berkelakar bahwa virus korona tidak mungkin masuk ke Indonesia.

Saat menyampaikan pidato ilmiah dalam acara peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74 di Grha Sabha Pramana, UGM (17/2), Budi berkelakar bahwa Indonesia kebal korona lantaran gemar makan nasi kucing.

"Tapi (ini) guyonan sama Pak Presiden ya, insyaallah ya, (virus) Covid-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal," kata Budi Karya.

Apa yang terjadi pada Menteri Budi Karya barangkali bisa menjadi potret kecil bagaimana negara kita menghadapi pandemi global bernama Covid-19 ini.

Dicuplik dari sebagian catatan Borrys Hasian, kita bisa merefleksi kembali bagaimana kita menyikapi Covid-19 sejak awal 2020.

Catatan tersebut sangat membantu untuk memotret perjalanan waktu Covid-19 di Indonesia berikut respons kita terhadap Covid-19.

Dirangkum dari portal-portal tepercaya, kita mengawali rekam jejak ini pada 27 Januari 2020, di mana Presiden Jokowi yang memastikan Covid-19 tidak terdeteksi di Indonesia.

Saat virus korona masih jauh, kita juga sempat memotret sikap Ribka Tjiptaning pada 3 Februari 2020. Dalam sebuah rapat di DPR, Ribka Tjiptaning bercanda dengan menyebut bahwa korona adalah akronim dari komunitas rondo memesona.

Pada fase ini, kita juga masih ingat status Covid-19 di di Indonesia masih menjadi perdebatan. Dunia internasional merasa heran tidak ada satu pun kasus Covid-19 di Indonesia.

Meski pada akhirnya kita juga tahu, ternyata Pemprov DKI Jakarta justru sudah melakukan tracking terhadap ODP yang masuk ke Indonesia sejak pertengahan Januari.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved