Horizzon
Dari Jurus Nasi Kucing Hingga Keranda Mayat
ALHAMDULILLAH, setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berangsur mulai pulih.
Jokowi juga menyampaikan bahwa gejala Covid-19 mirip seperti flu biasa. Pada 5 Maret, publik kembali ditenangkan oleh Mahfud MD yang menyebutkan bahwa korban meninggal akibat flu biasa jauh lebih banyak dibanding Covid-19.
Melihat situasi Covid-19 di Indonesia, pada 10 Maret 2020, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom meminta Jokowi untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan virus korona yang diberikan oleh WHO.
Permintaan dari WHO ini tampaknya tak mendapat tanggapan serius dari pemerintah.
Di tengah polemik WHO dan bagaimana cara Indonesia menghadapi ini, jumlah kasus terus meningkat. Pada 13 Maret, jumlah kasus tercatat menjadi 69 terinfeksi dan empat orang di antaranya meninggal dunia.
Sehari berikutnya, Jokowi menyatakan korona sebagai bencana nasional dan kemudian membentuk gugus tugas menghadapi korona.
Usai fase ini, kita kemudian disibukkan dengan isu-isu pertumbuhan jumlah kasus yang terus meningkat. Pada 19 Maret, jumlah kasus sudah menjadi 227 kasus dan 25 orang di antaranya meninggal dunia.
Dari kenyataan tersebut, pada 24 Maret, baik Jokowi dan Mahfud MD menganulir sendiri pernyataannya sebelumnya yang meminta masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.
Jokowi mengaku geram masyarakat mengabaikan dan meremehkan Covid-19. Sedangkan Mahfud MD menegaskan bahwa Covid-19 sangat berbahaya.
Meski demikian, pada 24 Maret 2020, Luhut B Pandjaitan masih sempat menegaskan bahwa proyek pemindahan ibu kota jalan terus. Usai itu, tema menghadapi korona ini terletak pada debat antara lockdown dan bukan lockdown.
Diskusi ini cukup melelahkan hingga saat ini. Namun yang perlu dicatat, pada 29 Maret, kasus Covid-19 sudah mencapai 1.155 kasus dan 102 di antaranya meninggal dunia.
Sehari berikutnya, kasus sudah mencapai angka 1.414. Dan Jokowi menyatakan darurat sipil yang belakangan dikenal dengan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.
Sampai hari ini, Minggu (5/4) pukul 15.00 WIB, catatan yang bisa kita torehkan adalah kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 2.009 kasus dengan 191 kematian.
Sementara secara global, Covid-19 telah menyebar ke 206 negara dengan 976.249 kasus berikut 50.489 kematian.
Catatan hari ini juga, pemerintah daerah yang rata-rata sudah siap dengan skenario paling sederhana dengan melakukan lockdown tampak dilema dengan kebijakan pusat.
Kepala daerah yang tahu langsung bagaimana situasi psikologis warganya menghadapi korona ini seakan tak berdaya dan tak punya kekuatan untuk menerapkan kebijakan yang ingin dijalankan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibnu-taufik-jr.jpg)