Horizzon
Dari Jurus Nasi Kucing Hingga Keranda Mayat
ALHAMDULILLAH, setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berangsur mulai pulih.
Penegasan bahwa Covid-19 tidak terdeteksi di Indonesia kembali disampaikan pemerintah melalui Menteri Kesehatan Terawan pada 11 Februari.
Menjawab keraguan dunia internasional, Terawan juga menantang Universitas Harvard untuk membuktikan bahwa Covid-19 sudah masuk ke Indonesia.
Sehari berikutnya, yaitu 12 Februari, Indonesia masih percaya diri bahwa Covid-19 belum masuk Indonesia. Bahkan Presiden Jokowi masih kontak telepon dengan Xi Jinping dan menyatakan Indonesia akan membantu Cina melawan korona.
Tanggal 13 Februari, terekam Chief Executive Temasek Foundation International Benedict Cheong berkirim surat ke Pemerintah RI soal bantuan alat uji Covid-19 yang akhirnya tawaran tersebut ditolak.
Pada 17 Februari kita kembali ingat dengan jurus nasi kucing Budi Karya Sumadi yang bikin kebal terhadap korona. Bersamaan dengan itu, Menteri Kesehatan Terawan juga menyebutkan bahwa kekuatan doa menjadi kunci bagaimana RI bebas dari Covid-19.
Masih soal kelakar terhadap Covid-19, pada 24 Februari, Kepala BKPM Bahlil di depan Hary Tanoe mengatakan bahwa korona tak masuk Indonesia karena izinnya susah.
Kepercayaan diri atau entah membuat percaya diri bahwa korona tak masuk Indonesia ini juga ditunjukkan pemerintahan Jokowi pada 26 Februari 2020. Saat itu, Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk influencer dan diskon tiket pesawat untuk mengatasi dampak korona terhadap perekonomian Indonesia.
Kebijakan Jokowi ini diperkuat dengan pernyataan Wapres Ma'ruf Amin yang menyebut bahwa berkah dan kekuatan doa kunut membuat Indonesia terhindar dari Covid-19.
Tiga hari berselang, atau tepatnya 1 Maret 2020, situasi berubah drastis. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan `lancang' menyebut ada 115 kasus Covid-19 di Jakarta.
Lagi-lagi, pernyataan Anies ini dibantah oleh Menteri Terawan dengan menyebut bahwa pernyataan Anies salah alias keliru. Terawan memastikan semua pasien yang dimaksud Anies adalah negatif.
Fase ini menjadi fase menarik. Di tanggal yang sama, Fahira Idris, anggota DPR RI juga dilaporkan sejumlah pihak ke polisi karena mengunggah informasi terkait pasien Covid-19 di akun Twitter-nya.
Fahira Idris juga di-bully akun-akun buzzer yang menyebut mencari panggung dan menciptakan kepanikan.
Namun, polemik ini langsung berakhir sehari berikutnya. Pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi merilis keberadaan dua pasien Covid-19 dan menyebut Indonesia sudah siap.
Sehari berikutnya, 3 Maret 2020, Menkopolhukam Mahfud MD meminta agar kepala daerah tak menjadikan Covid-19 sebagai panggung politik.
Usai mengakui keberadaan dua pasien covid-19, pada 3 Maret 2020, Presiden Jokowi sebagai kepala negara meminta masyarakat tetap waspada, tetap tenang, dan beraktivitas seperti biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibnu-taufik-jr.jpg)