7 Senpi Polda Babel Dicuri
Curi Pistol HS Milik Polda Babel, Bripda Ab dan Bripda MA Lakukan Pelanggran Berat
Pencurian 7 pucuk senjata api di Gudang Logistik yang dilakukan dua oknum anggota Polda Babel termasuk dalam kode etik pelanggaran berat.
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Dedy Qurniawan
Selanjutnya berdasarkan informasi keduanya 4 pucuk senpi mereka sembunyikan disalah satu rumah warga Pangkalpinang rekan Bripda Ab tanpa sepengetahuan pemilik rumah.
Senpi tersebut setelah dilakukan pencarian berhasil ditemukan di rumah tersebut.
Sedangkan 3 pucuk lagi pengakuan kedua oknum berpangkat Bripda tersebut telah dijual ke sesama anggota Polri bertugas di Polres OKU Polda Sumatera Selatan yakni Bripda BAS.
Hasil penjualan 3 Unit Senpi tersebut puluhan juta dibagi berdua rata antara Bripda Ab dan Bripda MA.Tindakan cepat dilakukan melakukan koordinasi oleh Polda Kepulauan Bangka Belitung dengan Polda Sumatera Selatan.
Hasilnya 3 pucuk senpi tersebut berhasil ddiamkan dari 3 oknum anggota Polres OKU.
Sehingga seluruh 7 unit senpi Pistol jenis HS yang sempat raib dicuri oleh Bripda Ab dan Bripda MA berhasil ditemukan kembali.
Kedua oknum anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung ini saat ini menjalani pemeriksaan di Subdit III Jatarans Dit Krimum Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat terkait dua oknum polri anggota yang terlibat pencurian senpi organik milik Polda Kepulauan Bangka Belitung dirinya memastikan selain akan diperiksa terkait pidana umum oleh Subdit Jatanras Ditkrimum juga akan menjalani pemeriksan oleh Bid Propam terkait kode etik.
"Apakah nantinya PTDH atau tidak tergantung putusan dari peradilan umum," kata Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat.
Berhasil Ditemukan
Sebanyak 7 senjata api pistol organik jenis HS yang sempat raib dari Logistik Ditsamapta di lingkup kawasan Aspol Jl Sungai Selan Kota Pangkalpinang milik Polda Kepulauan Bangka Belitung akhirnya berhasil ditemukan.
Ketujuh senpi tersebut ternyata sempat dibawa menyeberang ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Setelah jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung berkoordinasi dengan jajaran Polda Sumatera Selatan akhirnya berhasil ditemukan.
Keterlibatan sejumlah oknum anggota Polri dibenarkan oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat dikonfirmasi Selasa (28/4/2020).
"Proses mereka yang terlibat lanjut," kata Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat saat dikonfirmasi Selasa (28/4/2020).
Profil Pistol HS
BANGKAPOS.COM, BANGKA - 7 pucuk senpi pistol jenis HS milik Polda Kepulauan Bangka Belitung yang sempat raib dicuri 2 oknum anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil diamankan kembali Selasa (28/4/2020).
Kedua oknum anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung Bripda Ab dan Bripda MA saat ini menjalani pemeriksaan di Subdit III Jatanras Dit Krimum Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Tiga di antara senpi yang dicuri sempat dijual kepada oknum anggota Polres OKU Polda Kepulauan Bangka Belitung namun sudah berhasil diamankan kembali.
Dari Tribunnewswiki.com disebutkan HS-9 merupakan senjata api (senpi) jenis senjata tangan atau pistol semi otomatis yang diproduksi oleh HS Produkt.
HS Produkt, d.o.o (d.o.o memiliki kesamaan maksud dengan Perseron Terbatas di Indonesia), merupakan perusahaan yang didirikan oleh IM Metal pada 1991 di Kroasia.
Lokasi perusahaan tersebut lebih tepatnya berada di Ozalj, sekitar 50 kilometer dari Ibukota Negara Kroasia, Zagreb.
Sebagai pistol yang banyak digunakan secara global HS-9 juga menerapkan standar keamanan tinggi pagi pengguna, di antaranya:
Firing Pin Status Indicator
Penembak dapat memeriksa status Pin Indikator dengan melihat atau menyentuh untuk memverifikasi Pin Indikator. J
ika Pin indikator dalam kondisi menonjol hal tersebut berarti sistem pemukul proyektil sudah aktif dan siap dipicu untuk melakukan tembakan.
Senjata api jenis pistol HS-9 telah banyak digunakan secara global, misalnya Federal Bureau of Investigation (FBI), Polisi Sipil Amerika Serikat, juga digunakan oleh beberapa kesatuan elit dunia.
Di Indonesia. HS-9 telah digunakan di jajaran Korps Brimob Polri untuk memperkuat persenjataan unit khusus mereka seperti unit CRT (Crisis Response Team) lawan teror, serta digunakan dalam penugasan internasional Polri di PBB dalam misi Formed Police Unit (FPU) di Sudan.
(bangkapos.com / Deddy Marjaya)