Minggu, 17 Mei 2026

WIKI BANGKA

Baikkah Konsumsi Opor dan Rendang Dipanaskan Berulang Kali Bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli Gzii

Rendang dan opor menjadi menu masakan yang wajib dihidangkan pada saat momen lebaran.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Blog Hidangan Lebaran
Hidangan Lebaran 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Rendang dan opor menjadi menu masakan yang wajib dihidangkan pada saat momen lebaran.

Menu ini sering kali disajikan dalam jumlah yang banyak untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga dan disajikan pada saat tamu datang bersilaturrahim.

Namun sayangnya menu ini tidak habis dalam satu hari, sehingga akan dilakukan proses pemanasan berulang di hari berikutnya sesuai dengan kondisi ataupun ketersediaan opor dan rendang.

WIKI Bangka- Pecinta Kuliner Wajb Tahu, Ini Perbedaan Antara Ayam Penyet dan Geprek

Ratmawati, S.Gz., M.Gz, Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
Ratmawati, S.Gz., M.Gz, Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang (ISTIMEWA)

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ratmawati, SGz, MGz.
mengatakan pemanasan opor dan rendang yang berulang ini dapat menyebabkan kualitas santan menjadi rusak dan secara tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan.

Selain itu kandungan gizi dalam makanan sumber protein yang terdapat dalam daging atau ayam juga akan berkurang dan lemak jenuh yang terkandung dalam santan dapat berubah menjadi lemak trans.

"Pemanasan yang berulang tersebut menyebabkan timbulnya radikal bebas pada menu rendang dan opor yang berbahaya bagi tubuh. Sehingga terjadi proses inflamasi atau peradangan terutama bagi orang dengan dislipidemia atau diabetes mellitus, serta gangguan dalam metabolisme tubuh," jelas Ratmawati kepada Bangkapos.com, Senin (25/5/2020).

WIKI Bangka- Tips dan Trik Memilih Kurma yang Baik, Bagus dan Tahan Lama Menurut Pengelola Toko Buah

Dia menganjurkan memasak makanan yang mengandung santan sebaiknya jangan terlalu lama.

"Upayakan untuk dilakukan proses pemanasan seminimal mungkin dan sajikan menu tersebut sesuai dengan kebutuhan saja," kata Ratmawati

Ia menyarankan untuk mengimbangi konsumsi sumber makanan berlemak tersebut dengan mengonsumsi sumber serat dari sayur dan buah, cukupi cairan tubuh, dan lakukan aktiivtas fisik.

Suhu yang baik untuk memanaskan makanan bersantan

Ratmawati mengungkapkan santan merupakan sumber lemak jenuh yang mengandung trigliserida rantai sedang atau medium chain trigliserida (MCT), serta mengandung asam amino.

"Umumnya dikenal dengan istilah coconut milk," ucap Ratmawati

Sementara itu santan juga mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi dan dapat berperan dengan baik jika diolah secara benar.

WIKI Bangka- Sembilan Tips dari Ahli Gizi untuk Menaikkan Berat Badan

Hasil penelitian yang menyatakan pemanasan santan sebaiknya dilakukan antara suhu 60-70 derajat celcius atau tanpa dilakukan proses pemanasan.

"Hal ini agar asam amino yang terkandung dalam santan tidak menjadi rusak dan lemak yang terkandung tidak menyebabkan terjadinya penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya," ungkap Ratmawati

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved