Sudah Dilegalkan oleh Pemda, Ini Ternyata Perbedaan Tuak, Arak hingga Brem Bali
Sudah Dilegalkan oleh Pemda, Ini Ternyata Perbedaan Tuak, Arak hingga Brem Bali
Setelah halus, baru media dimasukkan ke dalam tempat penampungan yang sudah diisi nira.
Ilustrasi pembuatan arak BaliMeski media fermentasinya sama, namun pengolahan arak dan tuak cukup berbeda. Dalam proses pengolahan arak, nira harus difermentasi selama 2 – 3 hari.
Sementara untuk tuak, nira hanya perlu melewati masa fermentasi sehari saja.
“Itu nira sudah langsung beralkohol. Difermentasi biasanya hanya satu hari, tidak ada proses pengolahan lain dan bahan tambahan lain," kata Deka.
Ia mengatakan tuak bisa langsung disajikan setelah disaring untuk memisahkan nira dari media fermentasi.
Sementara untuk pengolahan arak, nira yang telah difermentasi akan melalui proses penyulingan melalui pipa bambu dari pukul 05.00 – 17.00 WITA.
Api yang digunakan untuk merebus dan menguapkan nira juga harus berasal dari kayu bakar agar rasanya nikmat.
Proses membuat brem bali
Brem Bali berbeda dari beberapa brem yang mungkin pernah kamu temui. Sebab, brem Bali tidak berbentuk padat melainkan cair dan merupakan minuman.
Pembuatan brem berbeda dari arak dan tuak.
Beras ketan hitam atau putih dicuci terlebih dahulu sebelum diberi ragi tape dan ditaruh dalam suatu wadah tertutup wadah untuk melalui proses fermentasi.
“Proses fermentasi biasanya berlangsung selama 8–10 hari. Lalu keluarlah air dari hasil fermentasi itu, namanya brem. Habis itu bisa langsung disajikan,” kata Derka.
Untuk pemilihan beras ketan, Derka mengatakan bahwa itu tergantung oleh pembuatnya.
Jika kamu lebih suka brem hitam, maka bisa memakai beras ketan hitam. Sama seperti jika kamu suka brem putih maka beras ketan putih yang digunakan.
Keduanya juga bisa dicampur untuk menghasilkan rasa brem yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tuak-arak-miras_20160827_105908.jpg)