Kasus Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton, Panji Petualang Beberkan Penyebab Piton Menyerang Manusia

Panji Petualang mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa ular piton menyerang hingga memangsa manusia.

Editor: fitriadi
(foto istimewa)(KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)
Warga mengevakuasi jasad Alfian(16) seorang pelajar di kabupaten Bombana yang tewas dililit ular saat hendak menuju air terjun di Gunung Kahar, Bombana, Sulawesi Tenggara. 

Jenazah Alfian kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Sedangkan dua remaja yang sempat digigit ular menjalani rawat jalan di puskesmas.

Dilansir Tribunjabar.id dari akun Instagra @panjipetualang_real, kabar ular menyerang manusia kerap terjadi di Sulawesi.

Padahal ular jenis retic besar itu lebih banyak berada di Sumatera dan Kalimantan.

Lalu, mengapa kasus ular menelan manusia lebih sering terjadi di Sulawesi?

Sang Panji Petualang pun memaparkan hasil analisisnya.

Menurut Panji Petualang, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

Mulai dari karakter ular yang lebih agresif, kerusakan habitat, dan kekurangan makanan.

Mawi Tak Sengaja Injak Ular Piton Sebesar Tiang Listrik saat Mengusir Kawanan Kera di Sungai

Video Warga Tangkap Sepasang Ular Raksasa, Piton Sebesar Tiang Listrik Mati Dibunuh

Berikut ini penjelasan Panji Petualang selengkapnya, yang ditulis di akun Instagram-nya.

"Akhir2 ini sering banget denger kabar Retic python nelen orang...

Kasus nya sering terjadi di sulawesi.. Padahal ular jenis retic besar di ketahui banyak di sumatera dan kalimantan.

Kalo yang saya perhatiin faktor nya karena ini

1. ular jenis python reticulatus dari sulawesi karakter nya lebih agresif ketimbang dari tempat lain,

2. kerusakan habitat dan kurangnya makanan

3. ular python berburu dengan cara menunggu dan menggunakan indra jacobson untuk mereka mengetahui di mana mangsanya,

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved