Sabtu, 25 April 2026

Cemburu Istrinya Diganggu Keponakan Korban, Suami Tebas Petani Bawang Hingga Tewas

Asmui nekat membunuh petani bawang lantaran cemburu keponakan korban menganggu istrinya.

Editor: fitriadi
surabaya.tribunnews.com/kuswanto ferdian
Mayat Mustaji ditutupi kain jarik di Desa Ponjenan Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (26/8/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. 

BANGKAPOS.COM, PAMEKASAN - Seorang pria menebas petani bawang hingga korban tewas.

Korban meninggal akibat luka sabetan celurit di bagian kepala dan tubuhnya.

Pelaku nekat membunuh korban lantaran cemburu keponakan korban menganggu istrinya.

Pria Ini Pingsan saat Melihat Sasaran yang Ditembaknya Ternyata Bukan Kancil tapi Teman Sendiri

Pergoki Suami, Istri Sah Ngamuk hingga Istri Siri Dipukul Pakai Stoples Kini Jadi Tersangka

Gara-gara Tidak Pakai Masker, Pengantin Pria Disuruh Push Up di Pelaminan

Asmui (36) warga Desa Ponjenan Timur, Kecamatan Batumarmar mendekam di balik jeruji penjara Mapolres Pamekasan, Madura.

Asmui menganiaya Mustaji (60) warga Dusun Brumbung Dajah, Desa Ponjenan Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan hingga menyebabkan korban tewas.

Penganiayaan yang dilakukan oleh Asmui terhadap Mustaji terjadi di lahan pertanian bawang yang berada di Desa Ponjenan Barat, Rabu (26/8/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah PS menjelaskan kronologi terjadinya penganiayaan tersebut.

Sebelum terjadi penganiayaan, Mustaji sedang menyiram bawang di lahan pertanian miliknya.

Saat menyiram, korban ditemani oleh empat orang petani bawang lainnya, yaitu Dayat (keponakan), Rudin, Sid dan Saleh (anak korban).

Tak lama kemudian, datang Samui (pelaku) dan Mat Fauzi (rekan pelaku) ke lahan pertanian bawang milik korban.

Namun, lantaran korban mencurigai akan terjadi penganiayaan terhadap keponakannya, Dayat, korban langsung menyuruh Dayat untuk lari.

Celakanya, ketika keponakannya berhasil melarikan diri, pelaku malah menganiaya korban.

Akibat penganiayaan itu, korban meninggal dunia di lahan pertanian bawang miliknya dengan sejumlah bekas luka sabetan celurit di bagian kepala dan tubuhnya.

"Tersangka yang sudah diamankan oleh anggota Opsnal Polres Pamekasan hanya Samui. Sedangkan Mat Fauzi masih dalam pengejaran karena melarikan diri," kata AKP Nining Dyah, Jumat (28/8/2020).

Banit Reskrim Polsek Tamberu Pamekasan, Brigadir Andika Pramono menjelaskan dugaan terjadinya penganiayaan yang menewaskan satu korban ini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved