Breaking News:

Pengamat Politik ini Sebut Pembatalan UU Cipta Kerja Makin Berat, Pemerintah Dekati NU-Muhammadiyah

Pengamat Politik ini Sebut Pembatalan UU Cipta Kerja Makin Berat, Pemerintah Dekati NU-Muhammadiyah

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ujang Komarudin 

Pengamat Politik ini Sebut Pembatalan UU Cipta Kerja Makin Berat, Pemerintah Dekati NU-Muhammadiyah

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berkirim surat kepada 9 fraksi yang ada di DPR guna mendesak DPR RI melakukan legislative review untuk bisa membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin mengatakan desakan dari KSPI itu wajar dan rasional.

Hanya saja dia pesimistis DPR akan menanggapi usulan legislative review tersebut.

"Desakan itu wajar, karena banyak produk legislatif yang merugikan rakyat. Dan desakan KSPI itu rasional. Namun persoalannya apakah DPR mau? Menurut saya tentu DPR tak akan mau," ujar Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (22/10/2020).

Ujang mengatakan upaya pembatalan UU Cipta Kerja akan semakin berat dan sulit.

Baca juga: Jangan Terlambat, Ini 8 Langkah Mencegah Sakit Ginjal

Baca juga: Rocky Gerung Beri Pemerintahan Jokowi Nilai A Minus: A Buat Kebohongan dan Minus untuk Kejujuran

Baca juga: Begini Hubungan Kekerabatan Presiden Jokowi dan YL yang Tewas Terikat di Mobil Terbakar di Sukoharjo

Di satu sisi, DPR akan berusaha mengarahkan KSPI komponen rakyat lain untuk menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Di sisi lainnya, pemerintah disebut Ujang tengah berupaya mendekati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Yang paling rasional sekarang itu jika presiden mengeluarkan Perppu. Tapi sepertinya perjuangan untuk membatalkan UU Cipta Kerja makin berat," kata dia.

"Karena saat ini pemerintah sedang mendekati ormas NU dan Muhammadiyah. Mudah-mudahan kedua ormas tersebut tak masuk angin dan tetap berpihak pada rakyat," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved