Jasad Fransiska Dibuang dalam Kandang Buaya, Pelaku Pembunuhan Takut Fakta Ini Terkuak
Kasus dugaan pembunuhan Fransiska yang ditemukan di tepi Kolam Buaya Mayang mulai terkungkap
BANGKAPOS.COM - Jasad Fransiska dibuang dalam kandang buaya untuk menghilangkan jejak.
Kasus dugaan pembunuhan Fransiska yang ditemukan di tepi Kolam Buaya Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (26/10/2020) menemukan titik terang.
Perkembangan baru kasus itu dirilis Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning.
Kapolres Berau mengungkapkan jika terduga pelaku pembunuhan berinisial RA (33) telah diamankan di tempat persembunyiannya di Kalimantan Tengah pada Minggu (25/10) kemarin.
Baca juga: Presiden Jokowi Beberkan Alasan Beli Vaksin Covid-19 yang Belum Lolos Uji Klinis Fase 3
Baca juga: Sosok Vieranni Model Cantik Dilamar Uang Panaik Rp1,7 Miliar, Bikin Klepek-klepek Vicky Prasetyo
Baca juga: Buaya Sungaiselan 700 Kilogram Takluk Pakai Umpan Bebek, Begini Kondisinya Setelah Ditangkap
Sebelumnya sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan di tepi kolam Buaya Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Rabu (21/10/2020) sore.
Informasi yang dihimpun Tribun Kaltim.co saat ditemukan korban dengan tangan terikat dan mulut dilakban.
"Yang bersangkutan sudah kita amankan kemarin Minggu 25 Oktober, di Kasongan, Palangkaraya di bantu dengan personel Polres Palangkaraya," jelas Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto, kepada awak media.
Kapolres mengatakan saat mendapat laporan penemuan mayat, timnya langsung melakukan penyelidikan dan menemukan barang bukti berupa kendaraan mobil dan motor korban.
"Kemudian kita maping dan mengetahui jika pelaku ini sedang melakukan perjalanan arah Kalimantan Tengah, setelah kita ketahui kemarin ditangkap di kost-kosan keluarganya di Kasongan dan kita koordinasikan dengan kepolisian setempat untuk meminta bantuan untuk mengamankan yang bersangkutan," jelasnya.
Mantan Kapolres Raja Ampat itu mengungkapkan sejak kemarin pihaknya telah mengirim tim untuk berangkat ke Palangkaraya melalui jalur darat untuk menjemput pelaku.
"Mudah-mudahan malam ini bisa sampai di Berau dan kita akan rilis secara resmi, dan dalam penangkapan terduga pelaku kita juga dibantu Polres Palangkaraya juga tim Jatanras Polda Kaltim," tuturnya.
Baca juga: Zodiak Besok Rabu 28 Oktober 2020: Taurus Berbunga-bunga, Aquarius Dikuasai Emosi
Baca juga: Tips Mengelola Uang dari Pengamat Ekonomi Usai Keputusan Upah Minimum Provinsi 2021 Tak Naik
Baca juga: Upah Minimum Provinsi 2021 Tak Naik, Menaker Sudah Kirim Surat ke Seluruh Gubernur se-Indonesia
Terkait motif sendiri, Kapolres mengungkapkan dugaan sementara yakni yang bersangkutan merasa terancam karena korban mengancam akan dilaporkan ke keluarga korban karena telah melakukan hubungan badan.
"Pelaku merasa resah kemudian pelaku menghabisi nyawa korban dengan menjerat menggunakan tali yang telah disiapkan pelaku. Dan antara pelaku dan korban sudah kenal sebelumnya dan lokasi pembunuhannya juga dilakukan tidak jauh dari TKP," tuturnya.
Terkait kabar yang beredar jika korban dibunuh karena minta pertanggungjawaban karena hamil, Kapolres Berau itu mengaku masih menunggu hasil dari pemeriksaan forensik yang akan disampaikan besok, Selasa (27/10/2020).
Tangan dan Mulut di Lakban
Mengutip Kompas.com, Jasad Fransiska ditemukan di bekas kandang buaya, Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.