KENALI Penyebab Penyakit Gondongan hingga Cara Mencegahnya
Penyakit gondongan layak diwaspadai karena bisa menimbulkan gejala menyakitkan dan beragam komplikasi berbahaya.
2. Sentuhan benda yang terpapar virus
Orang yang terinfeksi menyentuh hidung atau mulutnya, kemudian menempelkan virus ke suatu benda, seperti pegangan pint atau permukaan meja.
Jika orang lain menyentuh benda tersebut segera setelah itu, mereka dapat menularkan virus ke saluran pernapasannya.
3. Berbagi peralatan pribadi
Berbagi peralatan, seperti cangkir, peralatan makan, atau piring dengan orang yang terinfeksi dapat menjadi sarana penularan virus penyebab gondongan.
Orang dengan gondongan biasanya paling menular dari beberapa hari sebelum kelenjar parotidnya membengkak hingga beberapa hari sesudahnya.
Untuk alasan ini, disarankan bagi siapa saja untuk menghindari bekerja atau sekolah selama 5 hari setelah gejala pertama kali berkembang jika didiagnosis menderita gondongan.
Gondongan juga dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi virus tetapi tidak memiliki gejala yang jelas.
Cara mencegah gondongan
Melansir Health Line, vaksinasi dapat mencegah penyakit gondongan.
Sebagian besar bayi dan anak-anak kini telah menerima vaksin measles, mumps, rubella (MMR) secara bersamaan.
Suntikan MMR pertama biasanya diberikan antara usia 12 dan 15 bulan pada kunjungan anak sehat rutin.
Vaksinasi kedua diperlukan untuk anak usia sekolah antara 4 dan 6 tahun.
Dengan dua dosis, vaksin gondongan kira-kira 88 persen efektif. Sementara, tingkat efektivitas hanya satu dosis sekitar 78 persen.
Pemberian vaksin MMR untuk dewasa disarankan bagi orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus penyebab gondongan.
Namun, orang yang sistem kekebalannya terganggu, alergi terhadap gelatin atau neomisin, atau sedang hamil, sebaiknya tidak menerima vaksin MMR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-penyakit-gondokkelenjar-tiroid-membesar.jpg)