Selasa, 19 Mei 2026

KENALI Arti Huruf C, G dan M pada Alat Rapid Test

Tak banyak yang tahu arti huruf-huruf yang ada di alat rapid test. Ternyata, ini penjelasan sebenarnya

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
bangkapos.com
Pelaksaan Rapid Tes Covid 19 

Rapid test ini dinamakan RI-GHA Covid-19. Nama itu singkatan dari Republik Indonesia-Gajahmada, Hepatika, Airlangga.

Jadi, melansir Kompas.com (27 Juni 2020), rapid test RI-GHA Covid-19 itu dibuat di laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram, Nusa Tenggara Barat, dua universitas ternama itu yang akan menguji validasi alat ini.

RI-GHA Covid-19 lahir di ruangan laboratorium berukuran 12x10 meter persegi, yang dikomandoi oleh Profesor Mulyanto, Kepala Laboraturium Hepatika Bumi Gora Mataram.

RI-GHA Covid-19 bentuknya sederhana, tetapi diyakini memiliki akurasi yang tinggi. "Bukan hanya itu, rapid test buatan kami ini murah dan harganya terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Kami mematok harga Rp 75.000 per paketnya. Dapat diandalkan dan tak kalah dengan alat-alat rapid test buatan luar negeri," kata Mulyanto, kepada Kompas.com di Laboraturium Hepatika Mataram, Senin (22/6/2020).

Harga jual RI-GHA Covid-19 sangat dimungkinkan untuk bisa lebih murah. Asal bahan baku pembuatan bisa diproduksi sendiri di dalam negeri. Saat ini sebagian bahan baku masih diimpor dari China.

Mulyanto berharap RI-GHA Covid-19 bisa digunakan masyarakat, sehingga memandang Covid-19 bukan hal yang menakutkan, tetapi minimal bisa bersahabat dengan virus itu.

Dia berharap berbagai inovasi lain akan lahir sebagai buah dari pelajaran menghadapi pandemi Covid-19. Menurut rencana RI-GHA Covid-19 akan ada dipasarkan secara bebas mulai Juli 2020.

Saat ini puluhan ribu paket RI-GHA Covid-19 sudah mulai dipesan oleh berbagai pihak.

Mengenai pebuatan RI-GHA Covid-19, menurut Mulyanto ketika Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menugaskan Mulyanto membuat rapid test.

"Karena kami sudah punya pengalaman membuat berbagai alat rapid test untuk hepatitis B, HIV Aids, DBD, tes kehamilan, tes urine, dan sekarang kami mendapat tugas dari Kemenristek melalui BPBT untuk membuat rapid test untuk Covid-19. Itu sekitar pertengahan April 2020 lalu, waktunya sangat singkat, tetapi karena kebetulan kami sudah biasa membuat rapid test, hingga kami membuat RI-GHA Covid19," kata Mulyanto

Selain murah, eunggulan rapid test RI-GHA Covid-19 adalah desainnya yang sederhana. Sehingga siapapun bisa melakukan rapid tes sendiri dengan cepat, karena dalam jangka waktu 15 menit kita sudah mendapatkan hasilnya.

KetuaTim Riset Laboratorium Hepatika yang juga terlibat dalam pembuatan rapid test RI-GHA, Dr Sulaiman Ngongu Depamede menjelaskan, rapid test ini tampak seperti rapid test pada umumnya.

Hanya saja di bagian atas terdapat tulisan huruf dan angka. Paling atas hurup C yang artinya control, kemudian ada angka 1 yang merupakan imunoglobulin G (IgG) dan angka 2 imunoglobulin M.

Dalam proses rapid test, dari darah yang diteteskan dan dicampurkan dengan tetesan atau cairan bufer, akan memproses reaksi setelah penetesan sampel darah atau sampel serum/plasma.

Dalam 15 menit hasilnya bisa langsung terlihat. Garis C (control) jika berwarna merah, merupakan tanda bahwa alat tersebut bekerja (tidak rusak). Jika menunjukkan angka 1 merah berarti pasien reaktif, tertular Covid-19 lebih dari delapan hari.

Sedangkan angka 2 merah berarti pasien/individu tersebut baru tertular sekitar 3-8 hari. "Jadi mengunakan RI-GHA Covid-19 kita bisa mengetahui kapan terpapar Covid-19," kata Sulaiman.

Dalam kesempatan itu Sulaiman juga menunjukkan langsung cara kerja RI-GHA Covid-19.

Pantauan Kompas.com dari ruang laboratorium yang diresmikan tahun 1987 itu, cara kerja RI-GHA Covid-19 terlihat jelas dan cepat. Dalam waktu 15 menit hasilnya langsung bisa terlihat.

Temuan rapid test ini adalah bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa, terutama dalam bidang kesehatan.

Ada nilai yang mungkin tidak ternilai, di mana setelah ada Covid-19, mulai dari rakyat jelata, peneliti, dan ilmuan, bergerak ingin mengatasi wabah ini.

"Saya belum pernah lihat selama saya menjadi dokter 46 tahun silam, baru kali ini saya merasakan semangat bergerak semua mau mengatasi ini. Semangat yang sama luar biasanya, ini momen yang bagus agar kita bisa mandiri dari segala bidang dalam menghadapi Covid-19 yang juga dihadapi hampir seluruh negara di belahan bumi ini," ujar Mulyanto.

"Rasa nasionalisme itu begitu terlihat saat ini, saya merasakan itu. Bangga rasanya bisa memberikan yang kami bisa pada negeri ini, pada banyak umat manusia," kata Mulyanto menambahkan. (Bangkapos.com/Edy Yusmanto/health.grid.id)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved