MASKER dan Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi Pekerja UMKM Anugerah Kite
Dulu kan bisa bebas tanpa masker. Sekarang masker itu wajib, paling tidak pelindung wajah. Cuci tangan dan handsanitizer itu sudah aturannya
Penulis: Edy Yusmanto |
Tentunya materi pelatihan tidak tepat.
Karena saat itu Nurdiana hanya berjualan kue seperti gorengan.
Hal inilah yang membuat dirinya kesal dan termotivasi untuk bangkit dan membuat olahan hasil laut seperti kerupuk, getas dan stik.
"Kesal aku, benar-benar kesal. Kan aku jual kue tapi ikut pelatihan soal PIRT. Pulang dari situ (pelatih), aku ajak suami beli kuali dan kompor untuk buat getas ikan," kenang Nurdiana.
Tak langsung bisa, butuh waktu sampai satu bulan hasil olahan Nurdiana bisa dinikmati pasaran.
"Gak ada yang ajarin, semua diam paling secara umum ya. Kadang buat berminya, bantet dan tidak layak dijual. Hampir satu bulan baru bisa dibantu keluarga pastinya. Alhamdulilah sampai sekarang," terang Nurdiana. (Bangkapos.com/Edy Yusmanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/masker-untuk-mencegah-penyebaran-covid-19.jpg)