Selasa, 5 Mei 2026

Awas, Serangan Jantung Kian Banyak Menyerang Pria di Bawah Usia 40

Selama beberapa dekade, penuaan menjadi salah satu risiko terbesar serangan jantung.

Tayang:
Editor: suhendri
freepik.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Selama beberapa dekade, penuaan menjadi salah satu risiko terbesar serangan jantung.

Umumnya ini terjadi pada pria di atas usia 50 tahun.

Tetapi kini, banyak pria berusia di bawah 40 tahun menjadi korban serangan kardiovaskular ini.

Bahkan sekarang ini pria yang jauh lebih tua, dengan usia di atas 65 tahun, mengalami penurunan hampir 40 persen untuk rawat inap akibat serangan jantung dalam 20 tahun terakhir.

Penelitian yang telah dipresentasikan pada pertemuan American College of Cardiology musim semi lalu juga menunjukkan, mereka yang belum mencapai usia 40 tahun mengalami peningkatan risiko serangan jantung lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Dahulu, sangat jarang mengetahui seseorang di bawah usia 40 datang dengan keluhan serangan jantung, dan sekarang orang-orang yang mengalami ini berusia 20-an dan awal 30-an."

Begitu kata Ron Blankstein, MD, ahli jantung preventif di Brigham and Women's Hospital di Boston, AS.

"Berdasarkan apa yang kita lihat, kita bergerak ke arah yang salah."

Jumlah penderita penyakit jantung di usia 20-an dan 30-an meningkat selama dua dekade terakhir, dan para ilmuwan menemukan aterosklerosis, kerusakan arteri dan penyumbatan yang menyebabkan gangguan jantung serius di arteri pria pada usia muda.

Pertanyaannya, bagaimana statistik tersebut bisa muncul?

Para ahli menyimpulkan empat teori.

1. Berat badan seseorang makin bertambah

Di AS, persentase anak-anak dan remaja obesitas meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1970-an, dan beratnya sulit turun saat dewasa karena berbagai alasan, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.

Sebuah survei yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention menemukan, pria berusia 20-39 tahun memiliki kemungkinan 82 persen untuk mengonsumsi makanan cepat saji daripada pria berusia 60 tahun ke atas.

Artinya, mereka mendapat lebih banyak kalori tanpa banyak nutrisi di dalamnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved