Senin, 11 Mei 2026

JEJAK Sejarah Rudal 'Monster Perang Dingi' Milik Militer Uni Soviet

Mengingat sejarah militer dunia, salah satu negara yang cukup mengesankan adalah Uni Soviet.Negara sosialis yang pernah dipimpin oleh sosok diktator

Tayang:
intisari
Rudal Burya, senjata yang dikembangkan Uni Soviet dan hampir digunakan untuk menggempur Amerika Serikat 

Industri Soviet kala itu ditugaskan mengembangkan rudal balistik mengikuti jejak R-5M yang lebih canggih dan lebih mematikan.

Tentunya di tahun itu, tantangan ini sulit, dengan hampir tidak ada mesin yang kuat dan bisa diandalkan, serta teknologi menciptakan rudal balistik multifungsi saat itu belum ada.

Sampai saat itu, Soviet kemudian curahkan perhatian dengan apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat.

AS kala itu tidak sepenuhnya tertarik dengan rudal balistik kala itu dan memilih mengembangkan pengebom manusia dan rudal jelajah strategis.

AS kemudian mengembangkan SM-64 Navaho, rudal Mach-3 berkekuatan nuklir dengan sumber energi ramjet yang dijanjika mampu menyerang target Soviet setelah diluncurkan dari pangkalan militer di Continental, AS.

AS pilih mengembangkan rudal jelajah karena bisa terbang seperti pesawat biasa dan hanya perlu roket kecil untuk mengirimkannya.

Rudal jelajah Navaho milik AS, menjadi senjata kuat AS di era Perang Dingin

Konsep Navaho menarik dan biro desain Korolev di Soviet rupanya telah mulai membangun desain yang mirip sebagai cadangan proyek rudal balistik mereka.

Tahun 1953, Korolev ditugaskan untuk fokus pada rudal balistik, dan desain rudal jelajah ramjetnya diberikan kepada biro desain aviasi saingannya, Lavochkin dan Myasishchev.

Keputusan ini membuat Sergei Korolev sendiri bersaing tak hanya dengan yang sudah dibangun AS tapi juga pengembang di negaranya sendiri.

Ia kemudian menggandakan upayanya dalam membangun rudal balistik antarbenua (ICBM).

Sementara itu proyek rudal jelajah yang dipegang Lavochkin dan Myasishchev justru mengalami kesulitan.

Konsep itu sulit dipakai, contohnya propolsi ramjet sulit dikuasai dan memproduksi komponen yang bisa menahan panas saat alami gesekan waktu terbang dengan kecepatan tinggi juga sulit.

Pertimbangan akhirnya jatuh dengan menggunakan titanium sebagai kerangka senjata ini.

Bahkan rudal Myasishchev, RSS-40 Buran kemudian dibatalkan tanpa satupun rudal selesai, sementara di AS, proyek Navaho juga mulai ditinggalkan pada Juli 1957.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved