Sriwijaya Air Jatuh

Penampakan Dasar Laut, Diduga Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh & Hancur Berkeping-keping

Penampakan Dasar Laut, Diduga Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh & Hancur Berkeping-keping

Kolase Tribunlampung.co.id
Ilustrasi. Sebuah video memperlihatkan penyelam dari TNI AL yang tengah mendokumentasikan kondisi dasar laut dan diduga menemukan puing Sriwjaya Air SJ 182 jatuh. 

Rencana IPO itu tidak terdengar kabarnya. Padahal, waktu itu, Chandra Lie sangat optimismis terlebih dengan necara keuangan Sriwijaya Air yang tidak lagi merah. Tahun 2016, Sriwijaya Air bahkan sudah bagi-bagi bonus ke karyawan.

Hingga 2016, Sriwijaya Air Group memiliki 46 kota tujuan domestik dan tujuh rute penerbangan regional. November 2018, tiba-tiba Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya, yakni PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

 ”Pada tahap awal, Garuda Group hanya mengambil alih manajemen, tidak ada investasi. Namun, kami memiliki opsi untuk membeli saham Sriwijaya setelah lima tahun kerja sama,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara , ketika itu, kepada Kompas, di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

”Kerja sama operasi ini ditujukan membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan keuangan, termasuk dalam hal memenuhi komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Ari.

Tidak ada cukup informasi untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di Sriwijaya Air. Maskapai itu juga bukan perusahaan publik sehingga kinerja manajemen dan keuangannya tidak mudah didapat apalagi dibedah.

Namun ternyata, kerja sama itu tidak otomatis dapat membalikkan lagi kinerja Sriwijaya Air. Akibat tidak mampu membayar utang Rp 810 miliar kepada GMF AeroAsia, Sriwijaya Air Group tidak lagi mendapat jasa perawatan armada dari GMF sejak 25 September 2019. (Kompas, 1/10/2019).

Konflik antara Sriwijaya Air dan Garuda pun terdengar pada tahun 2019. Pengamat penerbangan Alvin Lie pun menyarankan agar manajemen dua maskapai ini memperbaiki komunikasi. Bagi Alvin, konflik antara dua manajemen jangan sampai mengganggu layanan publik.

Bulan Januari 2020, mengawali tahun baru, “pilot” baru Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengatakan, maskapai itu kini fokus mengembalikan kepercayaan konsumen.

Tahun 2019, armada Sriwijaya Air yang beroperasi berkurang dari 24 pesawat jadi sembilan pesawat. Rute penerbangan otomatis berkurang, tapi Sriwijaya Air berniat mengembalikan layanan maskapai itu demi meraih kembali pelanggannnya.

Namun, dua bulan setelah itu, Maret 2020, Covid-19 menerjang Indonesia. Berbagai maskapai di seluruh dunia berguguran. Garuda Indonesia, flag carrier Indonesia pun, tidak luput dari kesulitan apalagi maskapai-maskapai swastan nasional.

Kesulitan serupa terdengar dari maskapai-maskapai di seluruh dunia. Dengan ketidakpastian itu, salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, pada Mei 2020 memilih cut loss, melepas seluruh kepemilikannya pada empat maskapai Amerika. Buffett melihat suramnya bisnis penerbangan setidaknya dalam jangka pendek.

Industri penerbangan belum sepenuhnya pulih bahkan hingga awal 2021. Satu per satu pesawat kemudian mulai lepas landas meski dibayangi kabar lonjakan kasus positif Covid-19.

Kinerja maskapai ibarat burung yang hendak terbang tapi kakinya selalu ditarik kembali oleh kabar-kabar kurang baik dari penyebaran Cobvid-19. Sabtu (9/1/2021) sore pun, kita dengar kabar duka dari Kepulauan Seribu. (*)

(*/Videografer Tribunlampung.co.id / Bambang Irawan)

Artikel ini bersumber dari kompas.id

Artikel ini telah tayang di JAKARTA, KOMPAS TV dengan judul Penampakan Dasar Laut Pesawat Sriwijaya Air Hancur Berkeping-keping, Ada Benda Bertuliskan 'Marvel' dan juga telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Video di Dasar Laut, Diduga Penampakan Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Jatuh

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved