Fakta Predator Seksual di Wonogiri, Gagal Menikah Belasan Tahun Lalu Hingga Ingin Balas Dendam

Fakta Predator Seksual di Wonogiri, Gagal Menikah Belasan Tahun Lalu Hingga Ingin Balas Dendam

(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI)
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing didampingi Kasat Reskrim, Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang memberikan penjelasan kasus predator seksual yang memakan tujuh korban siswa SMA di Wonogiri, Selasa (12/1/2021) 

Edi mengaku sejatinya ia ingin menolong dan membimbing para korban agar mereka jadi anak baik. Tetapi ia malah terjerumus dalam jalur yang sesat.

Ia mengaku tidak sadar melakukan hal itu.

Pasalnya sebelumnya banyak yang datang minta tolong tetapi tidak diperlakukannya seperti itu.

"Saya jadi korban juga. Kalau ada suara keras saya takut," ungkap Edi.

Pernah jadi korban

Sebelum menjadi predator seksual, Edi mengaku sewaktu muda pernah menjadi korban pelecehan seorang guru dan lima pria lainnya. Saat itu usia Edi masih berumur 15 tahun.

“Saya dulu juga pernah menjadi korban. Saya diancam sama pelaku. Dan saat ini kalau dengar suara keras saya masih ketakutan sampai sekarang,” kata Edi.

Baca juga: Fakta Video Disebut Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, KNKT: SJ182 Hancur Membentur Laut

Baca juga: Sempat Ditangisi Keluarga Dikira Jatuh Bersama Sriwijaya Air, Yulius Ternyata Sudah Sampai Pontianak

Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing membenarkan sebelum menjadi predator seksual, tersangka Edi pernah menjadi korban pelecehan saat usianya masih muda.

“Saat berumur 15 tahun, tersangka pernah lecehkan seorang guru. Saat ini guru itu sudah meninggal,” kata Tobing.

Setahun kemudian, tersangka Edi mengaku pernah dilecehkan lima pria.

Usai dilecehkan, Edi diberikan imbalan sejumlah uang oleh lima pria tersebut.

Bocah 9 Tahun Jadi Korban Pelecehan Oknum PNS, Anak Terduga Pelaku Ikut Lakukan Hal Serupa

SEMENTARA itu seorang anak di bawah umur kembali menjadi korban pelecehan seksual.

Bocah berusia 9 tahun di Sampang, Madura, ini dikabarkan telah menjadi korban pelecehan oknum PNS yang bekerja di SD daerah Kabupaten Sampang.

Mengetahui anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD telah dinodai, orang tua korban akhirnya mengambil tindakan tegas.

Baca juga: Buka-bukaan Crazy Rich Surabaya Tom Liwafa Ditanya soal Poligami, Jawabnya ini Menohok, Tegas Setia

Baca juga: Daiana, Gadis Cantik Kazakhstan yang Terima Lamaran Yotuber Indonesia, Fiki Naki, Ini Alasannya

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved