Breaking News:

Harun Yahya Dihukum 1000 Tahun Penjara Setelah Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Jelasnya

Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Harun Yahya Dihukum 1000 Tahun Penjara

AFP/Dogan News Agency
foto file ini diambil pada 11 Juli 2018 saat petugas polisi Turki mengawal televangelis dan pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah) alias Harun Yahya di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan. Dia terbukti telah melakukan kejahatan seksual yang mengakibatkannya dipenjara lebih dari 1.000 tahun. 

Pengakuan korban

Salah satu wanita di persidangannya, yang hanya disebut bernama CC mengatakan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan juga wanita lainnya.

Beberapa wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi, menurut keterangan CC.

CC juga menambahkan bahwa dia sendiri telah bergabung dengan kelompok Oktar ketika dia berusia 17 tahun.

Ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Oktar mengatakan bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

Otoritas Turki akhirnya menghancurkan vila milik Harun Yahya dengan berbagai bukti itu.

Vila tersebut juga digunakan untuk studio TV-nya, menyita semua propertinya pada 2018.

Oktar menolak teori evolusi Darwin dan telah menulis buku setebal 770 halaman berjudul "The Atlas of Creation" dengan nama pena, Harun Yahya.

Buku-buku dan VCD-nya tentang kreasionisme-nya ini pun pernah sampai di Indonesia dan ramai dibahas pada akhir tahun 1990-an hinnga awal tahun 2000an.

Bantah teori evolusi Darwin

Sepanjang kariernya, Oktar tak pernah luput dari kontroversi, di antaranya, yang paling terkenal adalah penolakan atas teori evolusi Darwin.

Dengan nama pena Harun Yahya, ia menulis buku setebal 770 halaman berjudul The Atlas of Creation untuk membantah teori evolusi Darwin.

Mengutip New York Times, 17 Juli 2007, argumen utama yang disampaikan Oktar dalam buku itu adalah makhluk hidup saat ini sama seperti makhluk hidup yang hidup di masa lalu.

Menurut Harun Yahya, evolusi tidak mungkin terjadi dan hanya sebatas ilusi, kebohongan, tipuan, dan krisis teori.

Dalam bukunya itu, ia menampilkan foto-foto fosil tumbuhan, serangga, dan hewan untuk mendukung klaimnya.

Ia mengatakan, hampir 100 juta fosil yang telah ditemukan sejauh ini menunjukkan tak ada evolusi apa pun dan semuanya diciptakan dengan cara yang sama oleh Tuhan.

Oktar juga berusaha mengungkap hubungan antara pandangan ilmiah dan kejahatan modern, seperti fasisme, komunisme, dan terorisme.

Buku terbitan tahun 2006 tersebut sempat menimbulkan kegemparan dan ditentang oleh para ilmuwan.

Untuk mendapat perhatian global, Harun Yahya disebut mengirim salinan karyanya itu ke banyak ilmuwan dan institusi di luar negeri.

Ahli biologi evolusi dari University of California Kevin Padian mengatakan, banyak rekannya hanya tercengang dengan ukuran, nilai produksi, dan omong kosong di dalam buku itu.

"Jika dia melihat gambar kepiting fosil tua atau sesuatu, dia berkata, 'Lihat, itu terlihat seperti kepiting biasa, tidak ada evolusi'" kata Padian.

"Kepunahan sepertinya tidak mengganggunya. Dia tidak benar-benar memahami apa yang kami ketahui tentang bagaimana hal-hal berubah seiring waktu," lanjut dia.

Namun, dukungan untuk Yahya banyak muncul dari kalangan Muslim seiring terbitnya The Atlas of Creation.

Seorang penulis biologi konvensional Dr Miller mengatakan, ia secara teratur menerima pesan email dari orang-orang yang mempertanyakan evolusi, dengan jumlah yang meningkat datang dari Turki, Lebanon, dan negara Timur Tengah.

Kebanyakan mereka mengutip karya Harun Yahya.

"Itu meresahkan, karena ide-ide Yahya melemparkan evolusi sebagai bagian dari pengaruh Barat yang merusak budaya Islam. Itu juga bisa mendorong sikap anti-sains yang mendalam," kata dia.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 22 Desember 2008, Oktar mengaku tak memiliki pengalaman atau latar belakang akademik.

Ia juga bukan seorang akademisi, tetapi pernah belajar mengenai desain interior.

Wartawan The Guardian pun dibuat bingung ketika ia tak mendapati satu pun laboratorium penelitian yang dapat digunakannya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rekam Jejak Harun Yahya, Pernah Jadi Sorotan karena Penolakannya atas Teori Evolusi Darwin", dan di Tribunstyle.com dengan judul Viral di Indonesia di Tahun 2000an, Harun Yahya Dihukum 1000 Tahun Penjara Karena Pelecehan Seksual dan juga telah tayang di serambinews.com dengan judul Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Harun Yahya Dihukum 1000 Tahun Penjara

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved