Sabtu, 18 April 2026

Sejarah Baru Bagi 'Negeri Paman Sam', Lloyd Austin Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS

Lloyd J Austin III kini jadi Sejarah Baru Bagi 'Negeri Paman Sam', Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS. Jumat (22/1/2021).

AFP
Lloyd J Austin III kini jadi Sejarah Baru Bagi 'Negeri Paman Sam', Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS. Jumat (22/1/2021). 

"Sebagian besar angkatan bersenjata kita saat ini adalah orang Afrika-Amerika atau Latin, dan sekarang mereka dapat melihat diri mereka sendiri di bagian paling atas di Kementerian Pertahanan, yang mewujudkan gagasan tentang peluang," imbuh Reed.

Ternyata Austin bukan orang sembarangan di militer Amerika Serikat.

Austin juga menjadi orang Afrika-Amerika yang pernah memimpin Komando Pusat AS dengan tanggung jawab atas Irak, Afghanistan, Yaman, dan Suriah.

Dia pensiun pada 2016 setelah 41 tahun mengabdi di militer AS dan dihormati secara luas di seluruh Angkatan Darat AS.

Meskipun 43 persen dari 1,3 juta anggota angkatan bersenjata AS adalah orang kulit berwarna, para pemimpin di puncak rantai komando adalah orang kulit putih.

Ketika mantan Presiden Barack Obama memilih Austin untuk memimpin Komando Pusat AS, dia menjadi salah satu orang kulit hitam dengan jabatan tertinggi di militer.

Baca juga: Fenomena Langka, Gurun Sahara dan Arab Saudi Hujan Salju, Terjadi Secara Drastis

Baca juga: Masa Lalu Amanda Manopo Terungkap, Ini 5 Mantan Pacarnya, Mulai Cinta Monyet hingga Gagal Nikah

Sebelumnya, pria kulit hitam Colin L Powell juga pernah menjadi Ketua Kepala Staf Gabungan.

Anggota DPR AS dari dapil Maryland, Anthony Brown, mengatakan, pengesahan Austin sebagai Menhan AS menjadi sejarah baru bagi “Negeri Paman Sam”.

“Dia (Austin) seorang komandan militer berpengalaman, pemimpin yang dihormati, dan sebagai orang kulit hitam yang tumbuh di tengah pemisahan untuk mendorong kemajuan sebagai Menhan kita berikutnya," ujar Brown.

Joe Biden Keluarkan 17 Perintah Termasuk kepada Muslim di Amerika Serikat

Baru sehari jadi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden sudah menandatangani 17 perintah eksekutif. 

Presiden Amerika Serikat ( AS) Joe Biden menandatangani 17 perintah eksekutif hanya beberapa jam setelah dilantik pada Rabu (20/1/2021).

Langkah Biden tersebut dinilai sangat cepat dan agresif untuk membalikkan keputusan pendahulunya, mantan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir dari CNN, Kamis (21/1/2021), Biden membatalkan beberapa kebijakan dari Trump.

"Tidak ada waktu lain untuk memulai selain hari ini," kata Biden kepada wartawan di Oval Office, Gedung Putih, saat dia mulai menandatangani setumpuk dokumen.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved