Selasa, 5 Mei 2026

Petugas Bawa Senapan Serbu Cari Pemancing yang Diserang Buaya di Belitung Timur

Tim SAR mencari satu korban, seorang pemancing bernama Dandi (20), yang diserang buaya muara di Teluk Merambai, Tanjunglabunm Belitung Timur.

Tayang:
Editor: Dedy Qurniawan
kolase foto bangkapos.com/teefarm dari Pixabay
Kolase foto petugas saat membawa senapan serbu dalam upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senina (25/1/2021) 

BANGKAPOS.COM - Satu unit senapan serbu berwarna hitam dibawa Tim SAR gabungan pada operasi percarian korban serangan buaya di sekitar Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (25/1/2021) kemarin.

Tim SAR mencari satu korban, seorang pemancing bernama Dandi (20), yang diserang buaya muara di daerah tersebut.

Pencarian korban serangan buaya ini pun akan dilanjutkan pada Selasa (26/1/2021).

Wartawan posbelitung.co Suharli melaporkan, senapan serbu itu dilengkapi dua magazine berisi peluru tajam.

"Pencarian dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengerahkan dua rubber boat, satu perahu dolphin, dan satu perahu warga," ujar Suharli.

Rencananya pencarian akan menyasar muara Sungai Sembuluk.

Sungai Sembuluk diketahui adalah suatu kawasan di Belitung Timur yang dikenal terdapat banyak buaya.

Sungai ini diketahui tembus atau bermuara di Teluk Merambai, lokasi Dandi diserang buaya.

"perahu karet tidak bisa masuk ke sana. Jadi pakai dolphin," ucapnya.

Petugas saat membawa senapan serbu dalam upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambun, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senina (25/1/2021)
Petugas saat membawa senapan serbu dalam upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senina (25/1/2021) (posbelitung.co/Suharli)

Kronologis

Dandi, seorang pemancing diserang lalu diseret buaya yang memiliki panjang sekitar 6 meter.

Paman korban, Bani menjadi saksi kejadian ini.

Dia trauma.

Saat kejadian, Bani berada sekitar 50 meter dari korban.

Bani melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana buaya besar itu menerkam bagian pinggang dan menyeret keponakannya.

Dia melihat langsung keponakannya sempat timbul lalu tenggelam lagi diseret buaya.

"Tidak tega saya ke tempat itu lagi. Kemarin sekitar setengah empat sore, saya sempat melihat pertama saya lihat tangan kemudian buaya intu mengangkat badan (korban) menghadap saya, lalu tenggelam, timbul lagi ditengah," ucap Bani.

Bani juga sempat berteriak ke arah buaya itu.

Dia meminta agar keponakannya dilepaskan.

Menurut dia, saat itu keponakannya sudah tak berdaya.

"Lepaskan," ujar Bani menirukan teriakannya.

Baca juga: Buaya di Pulau Bangka Kembali Mengganas, Ini Pantangan dan Mitos Tentang Buaya di Bangka

Upaya Pencarian Kemarin

Pantauan Posbelitung.co kemarin, dua rubber bat dikerahkan untuk mencari korban.

Pencarian juga dibantu warga sekitar menggunakan kapal nelayan.

Tim menyisir Teluk Merambai, Tanjung Labun, Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim menuturkan, ada saksi yang melihat buaya sepanjang 6 meter di sekitar tempat tersebut.

Sehingga tim SAR gabungan harus waspada.

Pun demikian dengan warga yang ikut dalam proses pencarian.

"Karena menurut saksi ukuran buaya panjangnya sekita 6 meter, kami harapkan Tim SAR Gabungan juga berhati-hati, bila melihat korban juga harus melihat situasi disekitarnya, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Saat proses pencarian, tim juga bertemu dengan sejumlah buaya.

Tapi tak bisa dipastikan buaya mana yang telah menyerang Dandi.

"Untuk posisi korban saat ini kami belum tahu, pencarian korban akan dilanjutkan besok Selasa (26/1)," ucapnya.

Upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambun, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senin (25/1/2021)
Upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senin (25/1/2021) (Posbelitung.co/Suharli)

Proses pencarian kemarin terkendala cuaca yang tak mendukung hingga akhirnya dihentikan.

"Kendala kami cuaca hujan deras dan banya hewan buas yang berkeliaran," ujar Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim di lokasi kejadian.

Baca juga: Buaya dan Manusia Saling Serang di Bangka Belitung, Bertelur Dekat Jalan dan Percaya Pantangan

Serangan Pertama di Pantai

Kepala BPBD Belitung Timur yang juga mejabat sebagai Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi ikut turun langsung ke lapangan saat pencarian korban dilakukan.

Dia menyebut, bahwa kejadian ini adalah kejadian pertama serangan buaya di pantai.

Sebelumnya, buaya menyerang warga di sungai atau muara sungai, dan bukan di pantai.

"Ini dibibir pantai di pinggir karang yang notabanenya air asin, jadi ini pertama kali. Beda dengan kejadian sebelumnya," ujar Ikhwan.

Ikhwan mengakui ada sejumlah laporan kemunculan buaya di pesisir pantai.

Namun, tak pernah ada serangan buaya sampai kemudian Dandi jadi korbannya.

"Memang beberapa waktu lalu mereka muncul di pesisir pantai namun belum ada kejadian hingga memakan korban," ujarnya.

Baca juga: Buaya Muncul di Pemukiman Desa Trans Rias, Ditangkap dan Dilepaskan di Bendungan Metukul  

Kejadian sebelumnya

Teluk Merambun, Tanjung Labun, Desa Limbongan, Belitung Timur disebut sebagai tembusan Sungai Sembuluk.

Sungai itu memang terdapat banyak buaya.

Satu di antaranya adalah kejadian pada 2018, tepatnya bulan Februari.

Korbannya adalah Juhardi (47) nelayan Dusun Batu Air yang dilaporkan hilang saat memukat ikan.

Saat itu, seorang warga, KA Jusni (55) menuturkan, buaya di muara Sungai Sembulu memang kerap terlihat.

Apalagi saat malam hari.

Buaya dengan panjang tujuh meter biasa terlihat oleh nelaya‎n.

"Kadang terlihat matanya," kata dia saat sedang menyaksikan upaya pencarian Juhardi.

Saat itu, menurut Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat, sejak tahun 2000-an hingga 2018, buaya di muara Sungai Sembulu telah menyerang enam ‎orang.

"Dari enam orang, cuma satu yang utuh ditemukan. Yang lainnya ada yang ketemu pahanya. Yang jelas sering kejadian seperti ini," ujarnya.

Serangan tersebut terjadi pada 2012, 2014, 2016, dan 2018 ini.

Pada Maret 2016 lalu misalnya, buaya menyerang nelayan yang sedang berada di atas perahu‎.

Meski kerap menjadi sasaran buaya, nelayan tetap melaut di sekitar muara Sungai Sembulu.

Kawasan ini dikenal nelayan sebagai kawasan yang dikenal mudah mencari ikan. 

Berikut adalah video buaya Sungai Sembuluk, yang mati pada 2015 lalu:

(posbelitung.co/Suharli/Dedy Qurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved