Selasa, 21 April 2026

Asam Lambung

Mengenal Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat asam lambung dari perut berbalik naik ke kerongkongan

Editor: suhendri
Freepik
Ilustrasi asam lambung 

BANGKAPOS.COM - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat asam lambung dari perut berbalik naik ke kerongkongan.

Penyakit ini membuat penderitanya merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), mengalami gangguan pencernaan, sampai kesulitan menelan makanan.

Rasa tidak nyaman yang dirasakan penderita GERD ini bisa terjadi beberapa kali seminggu.

Berikut penjelasannya.

Baca juga: Awas, Tingkat Asam Lambung yang Rendah Berpengaruh Buruk bagi Kesehatan

Apa itu GERD?

GERD adalah kondisi naiknya (refluks) asam lambung dari perut ke kerongkongan secara kronis.

Melansir Cleveland Clinic, refluks asam bisa terjadi karena katup di ujung kerongkongan, tepatnya di bagian sfingter esofagus bagian bawah, tidak menutup saat makanan sampai di perut.

Akibatnya, asam lambung mengalir kembali melalui kerongkongan ke tenggorokan.

Penderitanya pun bisa sampai merasakan rasa asam di mulut.

Gejala GERD

Penderita GERD bisa merasakan sejumlah gejala yang berbeda-beda pada penyakitnya.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala GERD yang jamak dirasakan penderitanya.

Antara lain:

* Merasakan panas di bagian dada (heartburn), khususnya setelah makan atau di malam hari

* Nyeri dada

* Kesulitan menelan makanan

* Timbul rasa asam di mulut

* Tenggorokan serasa ada yang mengganjal

* Batuk tak kunjung sembuh

* Radang selaput lendir di tenggorokan

* Timbul asma

* Susah tidur

Baca juga: Begini Posisi Tidur yang Tepat Agar Asam Lambung Tak Naik

Penyebab GERD

GERD disebabkan melemahnya atau kendurnya otot yang mengatur katup di bagian bawah esofagus.

Dengan demikian, asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Dalam kondisi normal, katup ini dapat tertutup rapat setelah makanan dari mulut masuk ke perut.

GERD dapat disebabnya banyak hal.

Di antaranya:

* Tekanan pada perut, seperti yang dialami ibu hamil

* Makanan tertentu, seperti tinggi lemak, pedas, susu, gorengan

* Efek obat-obatan dari obat asma, tekanan darah tinggi, alergi, sampai obat penenang

* Hernia hiatal atau bagian atas perut menonjol ke dalam diafragma dan menghalangi asupan makanan

* Kegemukan

* Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma

Ada juga beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi GERD, seperti:

* Merokok

* Makan malam terlalu larut

* Terlalu banyak makan

* Mengonsumsi makanan pemicu GERD

* Minum minuman tertentu seperti kopi, susu, alkohol

Baca juga: 9 Makanan untuk Meringankan Gejala Asam Lambung

Cara mengobati GERD

Melansir Web MD, dokter biasanya merekomendasikan penderita GERD untuk mengubah gaya hidup dan memperbaiki pola makan.

Perawatan atau pengobatan bertujuan untuk mengurangi intensitas refluks atau menekan kerusakan pada lapisan esofagus akibat paparan asam lambung.

Umumnya, pasien GERD dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu penyakit.

Selain itu, penderita GERD juga disarankan untuk mengatur porsi makan atau makan dalam ukuran kecil.

Kebiasaan makan sebelum tidur juga perlu diubah, paling tidak atur waktu dua hingga tiga jam sebelum tidur agar asam lambung di perut tidak naik.

Baca juga: Asam Lambung Kambuh? Coba Lakukan 3 Hal Ini

Seiring dengan perubahan gaya hidup dan diet, dokter Anda juga akan merekomendasikan sejumlah obat.

Beberapa obat yang diberikan bertujuan untuk menetralkan asam lambung di kerongkongan dan lambung.

Namun, penggunaan obat ini wajib dikonsultasikan pada dokter.

Pasalnya, penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kinerja ginjal. (Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul GERD: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved