Asam Lambung
Mengenal Obat Asam Lambung yang Dijual Bebas Atau Perlu Resep Dokter Berikut Efek Sampingnya
Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring
Histamin dapat merangsang produksi asam, terutama setelah makan.
Jadi, H2 blocker paling baik dikonsumsi 30 menit sebelum makan.
Obat asam lambung ini juga diminum sesaat sebelum tidur untuk menekan produksi asam lambung di malam hari.
Efek samping konsumsi H2 blocker di antaranya sakit kepala, sakit perut, diare, mual, perut begah, sakit tenggorokan, pilek, dan pusing.
Baca juga: 9 Makanan untuk Meringankan Gejala Asam Lambung
Perhatian, hindari obat asam lambung H2 blocker jenis ranitidine.
Obat ini ditarik peredarannya dari pasaran sejak 2020 karena mengandung zat yang bisa memicu kanker.
Baca juga: Anda Menderita Asam Lambung? 4 Makanan Ini Harus Dihindari
3. Inhibitor pompa proton (PPI)
Obat asam lambung PPI dapat menghambat produksi asam di perut.
PPI jamak diberikan untuk penderita GERD.
Obat ini disebut ampuh untuk mengendalikan produksi asam lambung berlebih dan lebih cocok untuk orang yang asam lambungnya kerap naik.
Jenis PPI yang dijual bebas tersedia dalam bentuk pil.
Ada juga jenis PPI yang hanya diresepkan dokter.
Dokter terkadang meresepkan obat PPI yang menghambat produksi asam lambung sekaligus punya efek lebih lama ketimbang H2 blocker.
Tak hanya mengendalikan asam lambung, PPI juga dapat melindungi kerongkongan dari asam sehingga bisa mencegah peradangan kerongkongan.
Pemberian obat PPI sebaiknya dilakukan satu jam sebelum makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik_ilustrasi__minum__obat.jpg)