Kamis, 16 April 2026

PLN Air Anyir Pasok 75 Persen Listrik Pulau Bangka

Pasokan listrik Pulau Bangka 75 persen diproduksi di Kawasan Terpadu PLN Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka

dokumentasi bangkapos.com
Gardu Induk di Kawasan Terpadu PLN di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. DI kawasan ini ada tiga pembangkit (PLTU, PLTG dan PLTD) yang dioperasikan untuk memasok 75 persen listrik pelanggan di Pulau Bangka. Foto diambil Senin (22/2/2021) 

Di kawasan terpadu Air Anyir ini ada lebih dari satu pembangkit listrik.

Mulai dari PLTU, PLTG dan PLTD. Semuanya membutuhkan perawatan terkooordinir baik dan rutin sehingga tidak terjadi gangguan yang menghambat suplai listrik ke pelanggan.

“Untuk semua fasilitas tersebut ada namanya memang pemeliharaan rutin harian kemudian ada juga mingguan yang berkala sifatnya, Sampai ada yang tahunan. Nah ini tadi yang di gardu induk saya perlihatkan pada pak Edy kita lagi melaksanakan pemeliharaan tahunan. Dan khusus untuk di Air Anyir ini kita sedang melaksanakan pemeliharaan by penghantar namanya atau kabel konduktor. Jadi kita sebutnya penghantar dengan tegangan 150 kv maka akan melakukan pemeliharaan peralatan pendukungnya. Ke peralatan-peralatan salurannya karena akan menyalurkan energi listrik ke palanggan. Hari ini kawan-kawan saya dari unit layanan transmisi gardu ini yang khusus memang melakukan pemeliharaan di by penghantar lain 1 lain 2 dari Air Anyir Sungailiat. Jadi yang dipelihara ini adalah jalur Air Anyir ke Sungailiat,” papar Made.

Made menyebutkan perawatan tidak dilakukan secara bersamaan melainkan bergantian dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya.

“Tidak dilakukan secara bersamaan karena ada waktu-waktunya sendiri. Jadi pemeliharaan yang hari ini dilaksanakan di Air Anyir tidak dilaksanakan di tempat lain. Karena sudah ada waktunya secara bergantian,” ujar Made.

Saat pemeriharaan, PLN tidak serta merta melakukan pemadaman listrik ke pelanggan.

Hal ini dikarenakan PLN memiliki cadangan pembangkit yang bisa dioperasionalkan untuk menjaga pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga.

Kalaupun ada terjadi pemadaman besar kemungkinan bukan karena agenda pemeliharaan rutin.

“Kalaupun ada kondisi tertentu suplai listrik terganggu itu betul-betul memang kondisinya tidak ada jalur yang bisa diamankan misalnya ada gangguan seperti kabel putus tertimpa pohon, kena benang layang-layang yang berakibat pada kerusakan jalur distribusi listrik. Besar kemungkinan pasokan listrik ke pelanggan terganggu dan itu biasanya sektoral artinya di wilayah itu saja,” jelas Made.

“Alam adalah tantangan terbesar kita,” tambah Made.

Made menilai intensitas petir di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi.

Untuk itu, bagi pelanggan hendaknya lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan penggunakan listrik meskipun di rumah.

“Jangan main-main dengan listrik karena listrik di rumah juga sangat berbahaya. Selalu berhati-hati dan kalau ada gangguan, ada kerusakan, ada keluhan sampaikan. Sekarang kita punya PLN new mobile , pengaduan bisa disana. Tambah daya juga bisa, tinggal pakai aplikasi, pake hp. Memang perlu registrasi dulu ya. Kita mengikuti perkembangan zaman dan mendekatkan PLN dengan pelanggan. Aplikasi ini tinggal di download,” papar Made.

Terkoneksi Satu Pulau

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, PLN membangun gardu-gardu lain yang tersebar di beberapa titik di antaranya Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved