Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Beda Vaksin AstraZeneca dan Sinovac
Dengan kedatangan vaksin AstraZeneca, artinya ada dua jenis vaksin yang akan segera digunakan di Indonesia, yakni Sinovac dan AstraZeneca
Nyeri, gatal, atau memar di area suntikan
Merasa lelah
Menggigil atau demam
Sakit kepala
Mual
Nyeri sendi atau nyeri otot
Efek samping umum (memengaruhi 1 dari 10 orang):
Bengkak, kemerahan, atau muncul benjolan di tempat suntikan
Demam
Muntah atau diare
Gejala mirip flu seperti demam, radang tenggorokan, pilek, batuk
Efek samping jarang (memengaruhi 1 dari 100 orang):
Napsu makan menurun
Sakit perut
Kelenjar getah bening membesar
Keringat berlebih
Kulit gatal atau ruam
Vaksin sinovac
Pada vaksin Sinovac, efek samping yang dialami ringan hingga sedang.
Setelah vaksinasi, kebanyakan orang merasakan nyeri di sekitar tempat suntikan. Efek samping yang paling banyak terjadi adalah gatal dan mengantuk.
4. Penyimpanan
Vaksin AstraZeneca
Penyimpanan vaksin AstraZeneca dinilai tak rumit, karena tidak membutuhkan suhu dingin yang ekstrem seperti beberapa jenis vaksin lainnya.
Vaksin yang dikembangkan AstraZeneca tidak memerlukan pembekuan pada suhu minus 70 derajat.
Vaksin bisa disimpan di lemari es standar dengan suhu berkisar 2-8 derajat celcius, dan tetap bertahan selama enam bulan.
Hal ini akan memudahkan proses distribusi vaksin ke daerah-daerah sasaran penerima vaksin.
Vaksin Sinovac
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac hanya membutuhkan penyimpanan dalam lemari es, dengan standar suhu 2-8 derajat celcius, dan dapat bertahan hingga 3 tahun lamanya.
5. Usia penerima
Vaksin AstraZeneca
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-suntik-vaksin1.jpg)