Senin, 20 April 2026

Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Beda Vaksin AstraZeneca dan Sinovac

Dengan kedatangan vaksin AstraZeneca, artinya ada dua jenis vaksin yang akan segera digunakan di Indonesia, yakni Sinovac dan AstraZeneca

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi suntik vaksin - Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Beda Vaksin AstraZeneca dan Sinovac 

Melansir BBC, 29 Januari 2021, otoritas vaksinasi Jerman menegaskan suntikan vaksin AstraZeneca hanya boleh diberikan kepada orang berusia di bawah 65 tahun.

Kemudian, direkomendasikan kepada orang berusia 18-64 tahun di setiap tahap.

Melansir Kompas.com, Jumat (29/1/2021), para ilmuwan yang melakukan uji coba vaksin AstraZeneca di Inggris menemukan bahwa orang di atas 65 tahun mempunyai respons kekebalan yang kuat terhadap vaksin.

Setelah menerima suntikan, darah akan mempunyai banyak antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus corona.

Vaksin Sinovac

Usia prioritas penerima vaksin Sinovac adalah orang dewasa sehat usia 18-59 tahun.

Pada Senin, 8 Februari 2021, vaksin Sinovac mendapat izin untuk diberikan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Keputusan tersebut disampaikan pemerintah melalui terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin Sinovac untuk masyarakat usia di atas 60 tahun.

6. Kemampuan melawan varian baru

Vaksin AstraZeneca

Diberitakan Kompas.com, Senin (28/12/2020), kepala perusahaan di balik vaksin Oxford-AstraZeneca menyampaikan bahwa para peneliti yakin vaksin yang dikembangkannya efektif melawan jenis varian virus baru B.1.17.

"Sejauh ini kami pikir vaksin harus tetap efektif. Tapi kami tidak bisa memastikan, jadi kami akan mengujinya," ujar Kepala Eksekutif Astra Zeneca Pascal Soriot.

Seperti diketahui, mutasi virus corona ini telah membuat peningkatan kasus di Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.

Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac yang ada di Indonesia saat ini masih efektif melawan varian baru B.1.1.7.

Dokter spesialis paru di Primaya Hospital Makassar, DR dr M Harun Iskandar, SpPD, SpP(K) menyarankan agar masyarakat tetap mengikuti vaksinasi.

Sebab, secara teori, varian B.1.1.7 hanya berubah sebagian dari Covid-19 yang belum bermutasi. Sehingga, antibodi yang muncul setelah vaksinasi dianggap masih bisa mencegah paparan Covid-19 varian B.1.1.7.

Disebutkan pula bahwa beberapa penelitian menunjukkan, perubahan struktur virus Covid-19 varian baru B.1.1.7 tidak terlalu signifikan dari Covid-19 yang belum bermutasi, sehingga program Covid-19 masih ampuh dalam menghalang penyebaran virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

Sumber: Kompas
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved