Rumahnya Terkurung Warga Harus Panjat Tembok Beton Setinggi Dua Meter Keluar Masuk Rumah
Warga harus memanjat tembok beton setinggi dua meter untuk keluar masuk rumahnya.
"Eh malah setelah banjir dipasang kawat di atas," keluh Asep.
Asep juga mengatakan, ibunya mengalami trauma saat beton yang menutupi rumahnnya roboh.
Dikarenakan, Ruli yang mengaku sebagai pemilik tanah mengancam dengan menggunakan senjata tajam berjenis golok.
"Ibunya ini sempet dikalungin golok gara-gara pager roboh. Kemarin itu kerendem banjir, nah tiba-tiba katanya pager ada yang roboh. Engga tahu lah entah karena banjir atau karena ambles," cerita Asep.
Pada kesempatan tersebut, Asep menerangkan bahwa sebenarnya jalanan tersebut di waqafkan oleh orang tua dari Ruli.
"Menurut informasi almarhum Munir itu hibah dari pada bapaknya yang punya lahan ini, artinya yang punya bapaknya Ruli," tandas Asep.
Awalnya viral sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan sejumlah pria membuat pagar dengan tumpukan beton di salah satu rumah di kawasan Pondok Kacang, Ciledug, Kota Tangerang.
Video yang berdurasi 25 detik itu, memperlihatkan tiga orang pria menutup pagar rumah tersebut dengan tumpukan beton.
Video itu tayang sebanyak 1.158 dan 11 tanggapan.
Bakal Dihancurkan Pemkot Tangerang
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah angkat bicara terkait polemik sengketa tanah yang terjadi di Jalan Akasia RT 04/03 , Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Polemik tersebut berujung pembangunan tembok beton dan berdampak pada hilangnya akses jalan menuju rumah warga.
Arief mengungkapkan, dirinya telah menginstruksikan kepada jajaran Satpol PP Kota Tangerang untuk melakukan pembongkaran tembok beton.
Lantaran, menyulitkan warga yang akan keluar dan masuk tempat tinggal.
"Sudah diinstruksikan ke Asda 1 dan Kasatpol PP untuk segera bongkar pagar betonnya," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (15/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rumahnya-terkurung-warga-harus-panjat.jpg)