Tenggorokan Sakit Saat Menelan? Mungkin Ini Penyebabnya
Terkadang, rasa sakit hanya mempengaruhi satu sisi tenggorokan dan dapat berubah-ubah ketika Anda bernapas.
Tonsilitis bisa disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri dan merupakan penyebab umum rasa sakit ketika menelan.
Gejalanya berupa pembengkakan amandel, bintik-bintik putih atau kuning pada amandel, bau mulut, leher atau rahang menjadi lebih sensitif dan demam.
Epiglotitis
Epiglotitis merupakan infeksi tenggorokan yang menyebabkan peradangan pada epiglotis, bagian yang mencegah lipatan di belakang tenggorokan yang mencegah makanan turun ke jalur pernapasan.
Selain rasa sakit saat menelan, gejala khas lain dari epiglotitis adalah kesulitan menelan yang dikenal sebagai disfagia, demam tinggi, produksi saliva (air liur) yang meningkat dan preferensi untuk duduk yang lebih condong ke depan.
Baca juga: Intip 8 Manfaat Tersembunyi dari Teh Hijau
Infeksi jamur Infeksi jamur di mulut, tenggorokan atau di esofagus bisa menyebabkan ketidaknyamanan ketika menelan.
Jamur bisa tumbuh di luar kendali jika kondisi di dalam tubuh berubah.
Bakteri Candida merupakan penyebab umum infeksi jamur.
Gejala lainnya adalah kehilangan perasa, munculnya bercak putih di lidah dan kemerahan di sudut mulut.
Esofagitis
Esofagitis merupakan radang tenggorokan yang terjadi di pipa makanan atau yang lebih dikenal dengan nama esofagus.
Esofagus bertugas untuk membawa makanan dan cairan dari mulut ke perut.
Hal yang paling umum penyebab esofagitis adalah penyakit asam lambung.
Namun, beberapa obat-obatan yang menunjukkan reaksi alergi juga dapat menyebabkan terjadinya esofagitis.
Gejala lain dari penyakit ini adalah rasa sakit pada dada, sakit perut, suara serak, mulas dan mual