Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina , 30 Tentara Tewas, Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Perang

Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
nrt24.ru
MILITER UKRAINA 

BANGKAPOS.COM-Ketegangan antara Ukraina dan Rusia semakin meningkat. Kedua negara kini sudah diambang peperangan besar.

Bahkan kini sudah 30 orang tentara Ukraina yang tewas akibat serangan tentara Rusia.

Dilansir dari kompas.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (20/4/2021) mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu di Ukraina timur yang dilanda perang.

Zelensky menekankan pembicaraan damai, karena jutaan nyawa dipertaruhkan untuk pertempuran baru dalam konflik Rusia-Ukraina.

Tawaran untuk pembicaraan damai datang setelah gejolak dalam bentrokan antara tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia yang mengendalikan wilayah di timur negara tersebut.

Seorang tentara Ukraina sedang melakukan pemantauan di pos garis depan berhadapan dengan separatis dukungan Rusia dekat kota kecil Marinka, wilayah Donetsk, pada 12 April 2021.
Seorang tentara Ukraina sedang melakukan pemantauan di pos garis depan berhadapan dengan separatis dukungan Rusia dekat kota kecil Marinka, wilayah Donetsk, pada 12 April 2021. (STR/AFP)

Kekhawatiran meningkat akan perang semakin membara.

Dalam pidatonya, Zelensky mengatakan bahwa negosiator Ukraina dan Rusia baru-baru ini membahas rencana para pejabat untuk melakukan perjalanan ke garis depan konflik untuk menilai situasinya.

"Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang sedang berlangsung," ujar Zelensky seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (20/4/2021).

Presiden Zelensky, dipilih pada 2019 dengan janji untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, menuduh Rusia berpartisipasi dalam negosiasi perdamaian saat mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina.

"Sejumlah besar tentara Rusia terkonsentrasi di dekat perbatasan kami," katanya.

"Secara resmi, Rusia menyebut ini latihan militer. Secara tidak resmi, seluruh dunia menyebut ini pemerasan," ucapnya.

"Presiden Rusia pernah berkata bahwa jika perkelahian tidak dapat dihindari, Anda harus menyerang terlebih dahulu," lanjutnya.

Namun, Zelensky berpendapat bahwa setiap pemimpin harus memahami bahwa perkelahian yang tidak terhindari hanya akan menciptakan perang nyata dan merenggut jutaan nyawa manusia.

Ukraina, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, baru-baru ini membunyikan peringatan atas ketegangan baru dan menuduh Rusia mengerahkan puluhan ribu personel militer di perbatasan utara dan timur negara bekas Soviet itu.

Uni Eropa (UE) pada Senin (19/4/2021), memperkirakan jumlah pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina ada lebih dari 100.000, selama pembicaraan dengan menteri luar negeri Ukraina.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved