Breaking News:

Konflik Rusia dan Ukraina , 30 Tentara Tewas, Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Perang

Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang

nrt24.ru
MILITER UKRAINA 

"Secara resmi, Rusia menyebut ini latihan militer. Secara tidak resmi, seluruh dunia menyebut ini pemerasan," ucapnya.

"Presiden Rusia pernah berkata bahwa jika perkelahian tidak dapat dihindari, Anda harus menyerang terlebih dahulu," lanjutnya.

Namun, Zelensky berpendapat bahwa setiap pemimpin harus memahami bahwa perkelahian yang tidak terhindari hanya akan menciptakan perang nyata dan merenggut jutaan nyawa manusia.

Ukraina, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, baru-baru ini membunyikan peringatan atas ketegangan baru dan menuduh Rusia mengerahkan puluhan ribu personel militer di perbatasan utara dan timur negara bekas Soviet itu.

Uni Eropa (UE) pada Senin (19/4/2021), memperkirakan jumlah pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina ada lebih dari 100.000, selama pembicaraan dengan menteri luar negeri Ukraina.

Hal itu kemudian mendorong negara-negara Barat untuk menyerang Rusia dengan paket sanksi ekonomi yang lebih dalam atas konflik Rusia-Ukraina tersebut.

Ketakutan akan eskalasi besar Kiev telah memerangi separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Lugansk timur sejak 2014, menyusul aneksasi Moskwa atas semenanjung Krimea.

Langkah tersebut mmebawa hubungan Rusia dengan Barat ke posisi terendah baru dan menyebabkan hukuman ekonomi.

Konflik separatis pro-Rusia, yang telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa itu telah menyebabkan 30 tentara Ukraina tewas sejak awal 2021. Sedangkan sepanjang 2020, korban tewas hanya mancapai 50 orang.

Eskalasi di sepanjang garis depan serta retorika tajam telah mendorong putaran baru pembicaraan kedua negara.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved