Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia dan Ukraina , 30 Tentara Tewas, Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Perang

Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang

Tayang:
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
nrt24.ru
MILITER UKRAINA 

Hal itu kemudian mendorong negara-negara Barat untuk menyerang Rusia dengan paket sanksi ekonomi yang lebih dalam atas konflik Rusia-Ukraina tersebut.

Ketakutan akan eskalasi besar Kiev telah memerangi separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Lugansk timur sejak 2014, menyusul aneksasi Moskwa atas semenanjung Krimea.

Langkah tersebut mmebawa hubungan Rusia dengan Barat ke posisi terendah baru dan menyebabkan hukuman ekonomi.

Konflik separatis pro-Rusia, yang telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa itu telah menyebabkan 30 tentara Ukraina tewas sejak awal 2021. Sedangkan sepanjang 2020, korban tewas hanya mancapai 50 orang.

Eskalasi di sepanjang garis depan serta retorika tajam telah mendorong putaran baru pembicaraan kedua negara.

Negosiator Ukraina dan Rusia bertemu awal pekan ini dan juga pada Selasa (20/4/2021), meskipun sejauh ini mereka gagal mengamankan terobosan apa pun.

Zelensky mengatakan dalam pidatonya kepada bangsa itu bahwa meskipun Ukraina tidak menginginkan perang, ia siap untuk berperang.

"Akankah Ukraina mempertahankan diri jika terjadi sesuatu? Selalu. Prinsip kami sederhana: Ukraina tidak memulai perang terlebih dahulu, tetapi Ukraina selalu bertahan hingga titik terakhir," katanya.

Namun di garis depan, kekhawatiran tumbuh akan eskalasi besar-besaran, dengan tentara Ukraina bersiap untuk menghalau serangan dan jalan-jalan di kota-kota dekat garis depan kosong karena ketakutan akan perang kembali.

Yuliya Yevchenko (27 tahun) yang tinggal di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak sebagian di Krasnogorivka di bawah kendali pemerintah mengatakan, suara penembakan keras dapat terdengar baru-baru ini di kota itu hanya beberapa kilometer dari garis depan.

"Kami mengalami gencatan senjata, dan sekarang perang lagi," kata ibu 4 anak itu sambil menggendong putranya yang berusia 1 tahun.

"Saya tidak tahu harus berbuat apa. Kami tidak punya tempat tujuan saat ini," ucapnya.

Menghadapi penyebaran pasukan Rusia terbesar di perbatasan Ukraina sejak 2014, Zelensky telah meminta bantuan dari Barat.

Namun, beberapa tentara Ukraina yang lelah berperang tidak tampak optimis.

"Dunia mengatakan ingin membantu Ukraina," kata Taras, seorang tentara berusia 24 tahun, kepada AFP di desa garis depan Mariinka di barat kubu separatis Donetsk. "Tapi untuk saat ini, kami berperang melawan Rusia sendiri," ungkapnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved