Konflik Rusia dan Ukraina , 30 Tentara Tewas, Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Perang
Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Rusia Larang Penerbangan Sipil
Menyusul ketegangan militer di wilayah Laut Hitam dan Krimea, pemerintah Rusia pada hari Selasa (20/4) mengumumkan larangan penerbangan sipil di wilayah tersebut.
Melansir TASS, saat ini Rusia telah mengeluarkan tiga Peringatan untuk Penerbang (NOTAM). Semuanya akan aktif hingga 24 April dengan perbedaan kecil.
Sejumlah rute udara di kawasan Simferopol di atas Laut Hitam akan ditutup sepenuhnya. Sementara zona penerbangan di atas Semenanjung Krimea tetap terbuka.
Bedasarkan NOTAM yang diumumkan, di beberapa daerah rute udara telah ditangguhkan hanya pada ketinggian lebih dari 11.900 meter, lebih tinggi dari penerbangan sipil, di beberapa daerah.
Beberapa zona juga telah memberlakukan pembatasan untuk penerbangan di atas 6.100 meter. Sedangkan di daerah tertentu, larangan dilakukan dari permukaan laut.
Pada hari Selasa, layanan pers Armada Laut Hitam Rusia menginformasikan akan ada latihan yang melibatkan lebih dari 20 kapal Armada Laut Hitam dan tiga skuadron pesawat tempur dari Angkatan Udara Distrik Militer Selatan.
Tidak hanya Rusia, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), juga mengeluarkan NOTAM yang merekomendasikan maskapai penerbangan AS untuk melakukan penerbangan di beberapa wilayah Rusia dan Ukraina.
Beberapa wilayah yang diizinkan adalah Kiev, Dnipro, dan Simferopol, serta wilayah informasi penerbangan Moskow dan Rostov-on-Don, semuanya memiliki status "sangat hati-hati".
Latihan militer besar dimulai di Laut Hitam
Lebih dari 20 kapal perang Armada Laut Hitam Rusia mengadakan latihan bersama tiga skuadron pesawat serang Su-25SM3 dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat Pertahanan Udara Distrik Militer Selatan.
"Sebuah kelompok Angkatan Laut yang terdiri dari fregat Admiral Makarov dan Admiral Essen, korvet rudal Graivoron dan Vyshny Volochyok, juga kapal rudal, kapal perang anti-kapal selam kecil, dan kapal serbu amfibi besar mengadakan latihan," kata Armada Laut Hitam Rusia dalam pernyataan Selasa (20/4), seperti dikutip TASS.
"Latihan untuk melawan senjata serangan udara musuh, menggunakan senjata aktif gangguan radio-elektronik dan secara sengaja menggunakan kemampuan pertahanan udara," ujar Armada Laut Hitam Rusia.
Sementara tiga skuadron dari pesawat serang Distrik Militer Selatan mengelar latihan untuk mendapatkan posisi untuk serangan, menggunakan senjata rudal untuk melawan musuh, dan menghindari serangan balasan dari sistem pertahanan udara di kapal perang.
Pilot Su-25SM3 melakukan penerbangan pada ketinggian yang sangat rendah dalam kondisi cuaca yang kompleks.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ukrainaa.jpg)