Jumat, 17 April 2026

Diabetes

Selama Pandemi, Jumlah Pasien Diabetes Meningkat

Diabetes adalah penyakit metabolik endokrin yang kronik progresif atau menahun, ditandai dengan adanya hiperglikemia kronik (gula darah tinggi).

Editor: suhendri
(freepik)
Ilustrasi diabetes 

BANGKAPOS.COM - Anda mungkin sudah sering mendengar tentang diabetes.

Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia menempati urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi?

Diabetes adalah penyakit metabolik endokrin yang kronik progresif atau menahun, ditandai dengan adanya hiperglikemia kronik (gula darah tinggi).

Berdasarkan data dari International Diabetes Federation pada tahun 2020, jumlah penderita diabetes tipe-2 terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: 8 Jenis Minuman untuk Pengidap Kolesterol Tinggi

Jumlah serangan diabetes di Indonesia mencapai 18 juta pada tahun 2020.

Ini artinya prevalensi kasus tersebut meningkat 6,2 persen dibandingkan tahun 2019 lalu.

Bahkan, menurut penelitian terbaru oleh tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 meningkat 8,3 kali lipat dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mengidap diabetes.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI edisi 13 Oktober 2020, Satgas Covid-19 menunjukkan, bahwa dari 1.488 pasien, ada sekitar 34,5 persen pasien yang menderita DM (diabetes melitus).

Kemudian, dari 1.488 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, ternyata juga didapatkan 11,6 persen dari mereka menderita DM.

Sejak tahun 2014, diabetes adalah tiga tertinggi penyakit penyebab kematian di Indonesia.

"Ini mengkhawatirkan, prevalensi DM (diabetes melitus) di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya cukup tinggi dan diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang," kata Prof Dr Mardi Santoso, selaku Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Jabodetabek.

Hal ini disampaikan Mardi dalam diskusi dari bertajuk Daewoong Media Day : Peningkatan Pengendalian Diabetes di Era New Normal, Selasa (6/4/2021).

Mardi menyebutkan, penyakit metabolik yang satu ini juga melibatkan semua organ tubuh yang disebabkan adanya defisiensi produksi insulin di dalam tubuh, baik relatif (absolut) atau produksi-insulin kadarnya normal atau berlebihan, tetapi tidak berfungsi baik dengan-tanpa gangguan regulasi glukosa di beberapa organ.

"Makanya, pasien diabetes dengan Covid-19 cenderung lebih berat dan lebih banyak meninggal," kata Guru Besar di Fakultas Kedokteran Univeritas De La Salle tersebut.

Karena itu, pengendalian diabetes ini menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh semua pihak, mulai dari elemen masyarakat, organisasi, layanan kesehatan hingga pemerintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved