Rabu, 22 April 2026

Hati-hati, 5 Zat Makanan Ini Bisa Memicu Kanker

Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.

Editor: suhendri
freepik.com
Ilustrasi sel kanker 

BANGKAPOS.COM - Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.

Penyebab kanker tidak hanya dari faktor genetik, tetapi juga pola makan, bahkan beberapa zat makanan bisa menjadi pemicu penyakit ini.

Data menunjukkan bahwa angka kasus baru dan kematian akibat kanker di Indonesia meningkat sekitar 8,8 persen hanya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Data ini disimpulkan berdasarkan studi Global Burden of Cancer Study (Globocan) pada tahun 2018 dan 2020.

Berdasarkan data Globocan, angka kejadian kanker di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari angka kasus baru maupun kematian akibat kanker.

Jika pada tahun 2018 angka kasus baru tercatat 348.809, maka kasus kanker di Indonesia 2020 menjadi 396.914 kasus.

Adapun angka kematian akibat kanker pada tahun 2018 sebesar 207.210 juga meningkat menjadi 234.511 kasus.

Dokter Spesialis Onkologi dari OMNi Hospital, Dr dr Denni Joko Purwanto mengatakan bahwa 43 persen kanker dapat dicegah.

Serta, 30 persen penyakit kanker dapat dikontrol bila ditangani secara dini.

Baca juga: Jangan Pernah Sepelekan Nyeri Dada, Ini Alasannya

Dikarenakan sebagian besar kanker dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan, tetapi pola makan dan gaya hidup adalah faktor risiko kanker yang masih bisa diubah.

"Memang sebagian besar nutrisi makanan belum diketahui hubungannya secara jelas dapat menyebabkan penyakit tidak menular kanker," kata Denni dalam diskusi daring bertajuk Kalbe Integrasikan Layanan Deteksi Dini Kanker Melalui Klikdokter dan One Onco, Kamis (22/4/2021).

Akan tetapi, lanjut Denni, ada pula nutrisi atau zat di dalam makanan yang sudah diketahui memang bisa menjadi pemicu kanker adalah sebagai berikut.

Baca juga: Jangan Sampai Terlambat, Kenali 3 Gejala Awal Serangan Jantung pada Wanita

1. Kontaminan logam berat

Ia menyebutkan setidaknya ada dua senyawa yang termasuk dalam kategori kontaminan logam berat dan memicu seseorang menderita tumor ganas atau kanker.

Dua logam berat yang dimaksudkan adalah Kadmium dan Merkuri.

Pertama, Kadmium (Cd).

Kadmium (Cd) adalah logam non-esensial yang sering mencemari lingkungan dan mengakibatkan toksik atau racun pada hewan dan manusia.

Sifatnya yang mudah tertimbun dalam jaringan, menyebabkan Cd mudah mencemari pakan ternak baik hijauan maupun biji-bijian dan juga dalam jaringan lemak.

Ketika logam Cd ini masuk ke rantai pakan dan makanan, lalu zat ini dikonsumsi ternak dan manusia, maka bisa mengakibatkan keracunan, baik akut ataupun kronis kronis sehingga dapat menurunkan kesehatan dan daya produksi ternak.

Bahkan, menjadi pemicu penyakit kanker pada manusia.

Baca juga: Awas, 4 Jenis Makanan dan Minuman Ini Dapat Memicu Diabetes

Kedua, Merkuri.

Merkuri adalah salah satu jenis logam berat beracun, yang dilepaskan dalam bentuk uap dari hasil pembakaran bahan bakar fosil.

Sekadar diketahui, senyawa merkuri lebih banyak dipakai dalam pembuatan produk kecantikan ilegal.

Tetapi, ternyata zat berbahaya ini dapat menjadi pemicu penyakit kanker, apabila senyawa tersebut masuk ke dalam rantai makanan kita.

Hal ini terjadi ketika, pembakaran bahan bakar fosil dilakukan, udara yang dilepaskan tersebut mengandung senyawa merkuri.

Saat udara itu jatuh kembali ke Bumi, maka akan diserap ekosistem perairan.

Ekosistem perairan ini merupakan rantai makanan yang berkaitan dengan hewan-hewan pakan ikan dan lain sebagainya, beserta tumbuhan, dan akan berbahaya jika dikonsumsi oleh kita manusia.

Baca juga: Uban Tumbuh di Usia Muda? Ini 7 Penyebabnya

2. Hormon pertumbuhan

Selain senyawa Cd dan merkuri, pola makan yang juga bisa memicu penyakit kanker adalah hal-hal yang berkaitan dengan gangguan hormon pertumbuhan.

Beberapa di antaranya yang disebutkan adalah antibiotik, pestisida, BOA, dan phthalate.

Dengan catatan, kata dia, senyawa atau zat yang termasuk kelompok hormon pertumbuhan ini juga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah benar memicu kanker yang diderita atau tidak.

"Phthalate ini bisa memicu secara tidak langsung karena termasuk hormone-like substance," ujar dia.

3. Garam (pengasinan)

Kelebihan memakan atau mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam juga dinyatakan dapat memicu berbagai jenis penyakit kanker.

Baca juga: Ketahui Bahaya, Penyebab, dan Cara Mengatasi Gastritis

Garam yang dimaksudkan tidak hanya berupa garam dapur saat Anda masak saja.

Tetapi, produk panganan yang diolah dengan cara diasinkan juga berisiko meningkatkan potensi kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Profesor DR Dr Aru W Yudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP mengatakan, ikan asin menjadi salah satu bahan makanan yang dapat memicu kanker.

Pada dasarnya daging ikan memiliki protein yang baik bagi tubuh manusia.

Namun, proses sampai daging ikan menjadi kering dan memiliki rasa yang asin itulah yang patut diperhatikan.

"Nah ikan asin, garamnya itu tinggi sekali. Garam dalam dosis tinggi itulah yang dapat memicu sel kanker. Meski daging ikannya awalnya tidak apa-apa," kata Aru seperti pemberitaan Kompas.com, (17/10/2019).

Konsumsi ikan asin tidak akan menjadi masalah jika tidak dilakukan secara berlebihan atau hanya sesekali jika benar-benar menginginkannya.

Bahkan, di dalam ikan asin juga terkandung zat nitrosamin yang bersifat karsinogenik pemicu kanker.

Baca juga: 4 Langkah Mencegah Resistansi Antibiotik

4. Senyawa nitrit

Asupan makanan pemicu kanker berikutnya adalah makanan yang mengandung senyawa nitrit.

Senyawa nitrit adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan bagian dari siklus nitrogen.

Aktivitas mikroba di tanah atau air menguraikan sampah yang menganding nitrogen organik awalnya akan menjadi ammonia, kemudian dioksidasikan menjadi nitrit atau nitrat.

Senyawa yang satu ini berbahaya, tetapi seringkali digunakan dalam pengolahan daging.

Jika daging ini dikonsumsi oleh manusia, maka akan meningkat pula konsentrasi nitrit di dalam darah.

Sebagai contoh, nitrit yang sering ditambahkan dalam daging kemasan seperti hot dog.

Zat ini memperlambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya pada daging.

Menurut ahli nutrisi Atli Arnarson, zat tambahan itu akan mengubah daging menjadi kandungan tertentu yang terkait dengan kanker, baik saat pembuatan atau pemasakan.

International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga riset kanker di bawah WHO, mengelompokkan nitrat dan nitrit ke dalam "kemungkinan karsinogen pada manusia".

Sebab, saat daging yang memiliki kandungan zat itu digoreng atau dibakar di suhu tinggi, bisa berubah menjadi N-nitroso, seperti nitrosamin, yang memang bersifat karsinogen.

Berdasarkan penelitian, orang yang sering mengonsumsi daging yang diproses memiliki insiden kanker lambung, esofagus dan kanker usus lebih besar. (Kompas.com/Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Zat Makanan Pemicu Penyakit Kanker, dari Merkuri, Garam hingga Pewarna Tekstil

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved