Minggu, 10 Mei 2026

Tribunners

Implementasi Merdeka Belajar Menuju Transformasi Pendidikan

Konsep merdeka belajar saat ini secara tidak langsung perlahan sedang dalam fase permulaan untuk pendidikan di Indonesia

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Nurlela S, S.Si - Guru Fisika SMA Negeri 3 Pangkalpinang 

Saat ini sekolah secara umum masih dikelola secara tradisional, belum memiliki kemampuan respons yang cepat dan akurat terhadap berbagai permasalahan kekinian yang mengadang sekolah. Orientasi pembelajaran lebih bertumpu pada bagaimana menciptakan generasi robot. Generasi yang hidupnya disiapkan untuk dieksploitasi. Kita sering lupa bahwa pendidikan adalah wahana memanusiakan manusia. Artinya yang dididik untuk menyadari hakikat kemanusiaannya secara utuh.

IT telah masuk ke sekolah namun dalam kondisi yang sangat variatif, dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat proses manajemen dan untuk memfasilitasi layanan pendidikan yang diharapkan. Dengan demikian, dinas pendidikan diharapkan memperkuat monitoring terkait terselenggaranya kurikulum melalui proses merdeka belajar (PMB) yang dilakukan dengan dukungan aplikasi digital secara realtime menggunakan multimedia yang terkoneksi dengan baik.

Transformasi Pendidikan

Beberapa upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia menuju transformasi pendidikan, pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen. Semua upaya tersebut dirangkum dalam program Merdeka Belajar (Nadiem Makarim).

Adapun arah sasaran proses pendidikan di Indonesia, dikutip dari Haidar Bagir dalam bukunya Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia antara lain, pertama, mengembangkan manusia-manusia yang mampu hidup bahagia. Kedua, memiliki kreativitas dan daya imajinatif yang mampu melejitkan daya kemanusiannya yang paling dahsyat. Ketiga, memiliki berbagai kecerdasan yang diperlukannya untuk hidup sebaik mungkin. Keempat, memiliki karakter dan moralitas yang luhur. Transformasi tersebut diharapkan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan.

Merdeka belajar menuntut agar sekolah dapat mengefektifkan pengelolaan sumber daya yang dimiliki dengan dukungan penuh sistem terintegrasi berbasis digital yang dioperasikan oleh tenaga profesional. Selain itu, merdeka belajar sesungguhnya adalah simbolisasi semangat. Semangat belajar yang diliputi rasa bahagia demi mencapai bahagia. Narasi besar kebahagiaan ini kemudian diupayakan sebagai spirit dalam merekondisikan fungsi, juga manfaat dari semua unsur (siswa, guru, sarana) pada satuan pendidikan sebagai pilar pendidikan yang sebenarnya.

Pemikiran-pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara hendaknya harus dijiwai dan dihidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.

Diharapkan, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang memegang teguh Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Oleh karena itulah perlu adanya transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan merdeka belajar. Sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan senantiasa dapat meningkatkan kinerja dan kreativitasnya secara optimal melalui fasilitas digital yang memadai.

Konsep merdeka belajar ini juga mengharapkan calon siswa dan orang tua mendapatkan informasi dan kepastian untuk keputusan cepat dalam menentukan sekolah pilihannya, dan mengikuti proses profesional seleksi yang objektif, transparan, dan cepat, serta konsep ini dapat memberikan layanan belajar yang efektif dengan orang tua yang mendapat kepuasan akan layanan terhadap anaknya yang di mana senantiasa dapat dikomunikasikan setiap saat, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap sekolah.

Dengan demikian, diharapkan implementasi merdeka belajar melalui berbagai terobosan, terutama di masa pandemi ini dapat menunjang transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved