Diabetes
Ini Jadinya Jika Diabetes Tak Terdeteksi
Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
BANGKAPOS.COM - Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah.
Dilansir dari alodokter.com, glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.
Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.
Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
Karena itu, siapa saja orang yang menderita diabetes kiranya perlu mendapat bantuan dari dokter untuk mengontrol kadar gula darahnya.
Tetapi sayangnya, tidak semua penderita diabetes menunjukkan gejala penyakit yang jelas.
Baca juga: Implementasi Merdeka Belajar Menuju Transformasi Pendidikan
Lantas, apa yang terjadi jika diabetes tidak terdeteksi?
Dilansir dari Health Line, beberapa penderita diabetes memang bisa jadi tidak memiliki gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan yang tampaknya relatif tidak berbahaya.
Tetapi tetap saja, diabetes yang tidak diobati bisa sangat berbahaya.
Jika kadar gula darah Anda menjadi terlalu tinggi, Anda bisa mengembangkan ketoasidosis.
Ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang yang menderita diabetes tipe 1.
Sementara itu, orang dengan diabetes tipe 2 cenderung lebih jarang mengalami ketoasidosis karena tubuh masih memproduksi insulin.
Ketoasidosis adalah komplikasi akut dan dapat terjadi dengan cepat.
Komplikasi diabetes ini dianggap sebagai kondisi darurat medis.
Ketoasisodis di antaranya dapat menyebabkan kondisi, seperti:
* Sesak napas dengan ciri napas yang dalam dan cepat
* Mual atau muntah
* Kulit memerah
* Linglung atau kebingungan
* Napas berbau seperti buah-buahan atau pembersih kuteks (aseton)
* Penurunan kesadaran hingga pingsan
Baca juga: Buruh dan Oase THR Musim Pandemi
Seiring waktu, komplikasi diabetes dapat berkembang karena kadar gula darah yang sangat tinggi.
Beberapa komplikasi diabetes lainnya ini kemudian bisa terjadi:
* Penyakit ginjal (nefropati)
* Penyakit mata (retinopati diabetik)
* Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
* Kerusakan pembuluh darah
* Amputasi karena kerusakan saraf dan pembuluh darah
* Masalah gigi
* Masalah kulit
Sungguh merugikan bukan? Oleh sebab itu, siapa saja yang merasa memiliki faktor risiko diabetes sangat dianjurkan untuk dapat memeriksa kadar gula darah secara rutin.
Jangan menunggu gejala diabetes muncul terlebih dahulu baru menemui dokter.
Sementara itu, dilansir dari Medical News Today, jika penderita diabetes melitus sedang menjalani pengobatan untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, mereka mungkin berisiko mengalami komplikasi diabetes akut yang disebut hipoglikemia atau gula darah rendah.
Dengan hipoglikemia, penderita diabetes mungkin akan mengembangkan beberapa gejala berikut:
* Mudah pingsan
* Detak jantung cepat
* Berkeringat
* Pusing dan gemetar
* Kebingungan atau linglung
* Kegelisahan
* Sering kantuk
* Penurunan kesadaran
Mengobati hipoglikemia dengan cepat adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan.
Bicaralah dengan dokter untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa yang Terjadi Jika Diabetes Tidak Terdeteksi?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pola-makan-penderita-diabetes-wajib-diperhatikan.jpg)