Minggu, 26 April 2026

Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor, Dirut BPJS Kesehatan Diperiksa, Diduga Kuat Bocor Dari Sana

Menurut Agus, pemeriksaan ini untuk mengusut dugaan bocornya 279 juta data penduduk Indonesia di internet.

Editor: Dedy Qurniawan
KOMPAS.com/Retia Kartika Dewi
Ilustrasi untuk berita Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor, Dirut BPJS Kesehatan Diperiksa, Diduga Kuat Bocor Dari Sana 

"Seharusnya organisasi atau lembaga memiliki sistem yang sesuai dengan standar industrinya, ada compliancenya masing-masing: finance, telecom, govt, etc; melaksanakan operasional sesuai dengan standar operasinya; melakukan audit keamanan maupun audit tata laksana (management); termasuk melakukan recruitment maupun hiring vendor sesuai dengan compliancenya," ujarnya.

Selain itu, Julyanto menilai memiliki konsultan dengan reputasi baik merupakan langkah yang amat disarankan.

Singkatnya dengan memiliki prosedur yang teruji, dan memiliki sistem pengawasan yang baik sudah menyelesaikan 50 persen resiko, sementara 50 persen lainnya adalah attitude atau integritas pelaksananya.

Menurutnya, seaman apapun sistem dan teknologi yang diimplementasi tidak akan menjamin keamanan karena sistem tersebut masih harus dilaksanakan oleh manusia dan selalu dapat diinterupsi oleh manusia.

"Belum pernah ada didunia ini sebuah sistem yang dapat berjalan sendiri melaksanakan seluruh siklus hidupnya terlepas dari campur tangan manusia, sebab sistem apapun juga dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia disini termasuk pengguna sistem tersebut," kata dia.

Apabila terjadi kasus kebocoran data, Julyanto menyarankan organisasi atau institusi harus segera memberitahukannya kepada publik, apa yang terjadi dan apa yang sedang dilakukan, serta menjamin bahwa hal tersebut tidak akan terulang.

Sebab, masyarakat berhak tahu karena kebocoran data yang terjadi adalah milik publik. Organisasi atau institusi diharapkan dapat mendapatkan trust dari masyarakat kembali dengan adanya keterbukaan tersebut.

"Tips keamanan bagi pengguna agar datanya aman, agar aecara berkala mengganti password, memastikan password tersebut adalah kombinasi yang cukup kompleks, tidak mendaftarkan pada sistem/situs yang tidak memiliki kepercayaan yang mencukupi," kata Julyanto.

"Sementara bagi organisasi ataupun institusi, secara berkala melakukan audit didalam menjalankan prosedur keamanan data dan pihak yang menjalankannya, memastikan hasil temuan dan saran audit tersebut termitigasi dan terlaksana dengan baik," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar : Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia Seringkali Terjadi Akibat Pengabaian 2 Hal Ini, HASIL Investigasi Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Diduga Kuat dari BPJS Kesehatan,  dan Dirut BPJS Kesehatan Dijadwalkan Diperiksa Hari Ini

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved