Berita Pangkalpinang
Waspadai Konflik Buaya dan Manusia, Langka Sani Ingatkan Jam Rawan Predator Ini Menyerang
Langka Sani merasa miris dengan kejadian konflik antara manusia dengan buaya.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani merasa miris dengan kejadian konflik antar manusia dengan buaya.
Hal ini disampaikannya terkait dengan seorang warga di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Dadang (54) yang selamat usai berduel dengan buaya sepanjang empat meter yang menerkamnya. Karena kejadian itu, kaki telapak kaki hingga setengah pahanya harus terluka.
Langka Sani mengaku tidak dapat memastikan penyebab buaya itu menyerang, menimbang bulan saat ini bukan pada masa kawin buaya.
"Sebenarnya buaya itu tingkat agresifnya itu pada siklus perkawinan yakni pada bulam November hingga Januari, itu buaya lebih agresif dan menyerang. Untuk kasus di Belitung, kita tidak tahu kenapa menyerang, apa karena habitat rusak atau air mereka rusak," ungkap Langka saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Selasa (1/6/2021).
Langka Sani mengimbau, agar masyarakat waspada dan memperhatikan waktu saat beraktivitas di perairan agar tidak terjadi lagi kejadian tersebut.
"Kalau imbauan dari kita, buaya itu identik jam berburunya adalah jam 17.00 WIB sampai dengan malam hari. Jadi diimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati air yang ada populasi buaya atau zona hidupnya," kata Langka.
Duel Maut Lawan Buaya
Seorang nelayan bernama Dadang (54) warga Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka ini berjuang habis-habisan agar bisa selamat dari terkaman buaya.
Niatnya mencari nafkah hari itu, diwarnai kejadian yang tak diduga-duga.
Buaya dengan panjang sekitar 4 meter menyerangnya, ketika kaki pria paruh baya ini turun ke sungai.
Terkejut bukan kepalang dirasakan warga Manggar, Belitung Timur ini.
Bertaruh antara hidup dan mati, akhirnya pria ini selamat setelah menusuk mata buaya dengan tangan.
Belitung yang berduel dengan buaya sepanjang empat meter yang menerkamnya.
Ia berhasil dilepaskan setelah mencongkel mata sang reptil ganas tersebut.
Meski demikian, telapak kaki hingga setengah pahanya harus terluka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-ilustrasi-oke.jpg)