Berita Pangkalpinang
Waspadai Konflik Buaya dan Manusia, Langka Sani Ingatkan Jam Rawan Predator Ini Menyerang
Langka Sani merasa miris dengan kejadian konflik antara manusia dengan buaya.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Mendengar teriakan Dadang, temannya yang tengah menyiapkan perahu di sisi lainnya langsung membantu.
Temannya memegang ekor buaya tersebut yang sudah membawa Dadang ke tengah sungai.
Sedangkan Dadang, menurut istrinya, sudah dalam kondisi memeluk buaya tersebut.
"Untuk mempertahankan diri, suami saya memukul-mukul buaya itu. Pertama kena
jari, kemudian badan, lalu terakhir kena mata buaya.
Saat mencongkel matanya itulah, akhirnya dilepaskan dari buaya itu," kata Maryani
Menurut Maryani, ukuran panjang buaya tersebut hampir empat meter dengan besaran lebih dari pelukan orang dewasa.
Maryani mengatakan sepengetahuannya tidak pernah suaminya menceritakan pernah melihat buaya di sekitar area tersebut.
Karena itu, saat tahu suaminya digigit buaya Maryani merasa kaget dan sedih.
Dia mengharapkan kepada pemerintah agar bisa mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini.
Maryani tidak ingin ada Dadang kedua yang menjadi korban keganasan binatang ini.
"Kalau bisa ditangkap supaya tidak membahayakan para nelayan lainnya.
Karena di situlah tempat kami mencari makan dan penghidupan," harap Maryani.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Posbelitung.co/BryanBimantoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-ilustrasi-oke.jpg)