Breaking News:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tekuni Budidaya Ulat Hongkong

Selama burung kicauan ataupun ikan hias masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, ulat hongkong  akan laris manis di pasaran.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tekuni Budidaya Ulat Hongkong - Ribuan ulat hongkong di peternakan Acik, di Jalan Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Rabu (2/6/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA – Bagi sebagian orang ulat merupakan hewan melata yang menjijikan.

Namun beda halnya dengan Acik (48), Warga Jalan Letkol Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacangpedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Melalui tangan dinginnya, ulat Hongkong yang memiliki kandungan protein sangat tinggi juga kalori yang sangat berguna untuk pakan berbagai hewan lainnya bisa bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan

Ulat hongkong adalah larva dari kumbang kecil.

Biasanya ulat ini dijadikan sebagai pakan burung untuk ikan hias sampai hamster.

Harga jual Ulat Hongkong saja bisa mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Dengan beternak ulat Acik bisa mendapatkan omzet hingga Rp1,6 juta per bulan. 

Ulat bernama latin Tenebrio molitor sering digunakan sebagai pakan ikan, burung, reptil dan berbagai jenis binatang peliharaan lainnya. 

Namun, selama burung kicauan masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, ulat hongkong  akan laris manis di pasaran.

Selain burung, binatang peliharaan lainnya yang lazim diberi makan jenis ulat ini, belum lama ulat  hongkong telah mendapat izin dari Badan Keselamatan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) sebagai makanan manusia. 

Halaman
1234
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved