6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tekuni Budidaya Ulat Hongkong
Selama burung kicauan ataupun ikan hias masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, ulat hongkong akan laris manis di pasaran.
2. Tempatkan ulat hongkong di wadah berbeda
Ulat Hong Kong mengalami metamorfosis yang sempurna. Ulat Hongkong berada di fase larva setidaknya selama 8-10 minggu. Maka dari itu saat ulat berubah menjadi kumbang, pastikan pupa ulat Hong Kong dipindahkan ke wadah yang berbeda.
Kebanyakan spesies kumbang adalah karnivora dan akan memakan ulat hongkong tersebut. Apabila tidak, kumbang dan ulat akan memakan pupa tersebut jika tidak dipindahkan.
Jika terdapat pupa di dalam wadah ulat Hongkong, pindahkan pupa tersebut ke wadah yang dilapisi tisu.
Pupa akan menempel pada lapisan tisu tersebut ketika bermetamorfosis.
Ulat Hongkong berada di tahap pupa selama 6-24 hari.
3. Ganti lapisan wadah satu minggu sekali
Anda harus menambahkan lebih banyak makanan apabila habis. Ganti lapisan bawah wadah setelah beberapa minggu. Pastikan lapisan bawah wadah bebas dari jamur dan tidak berbau busuk.
Kita dapat menggunakan saringan untuk memisahkan ulat Hongkong dari lapisan bawah wadah ketika akan diganti.
Ini juga bisa dilakukan untuk memindahkan ulat Hongkong dari wadah untuk berbagai tujuan lain seperti menghindari predator seperti cicak.
4. Beri makan dan minum
Kumbang dan larva memakan makanan yang sama. Selalu cek makanan ulat dan kumbang setiap harinya.
Minimal ulat hongkong dan Kumbang harus diberi makan secukupnya setiap harinya. Untuk makan ulat dan kumbang cukup diberi pelet ikan maupun pollard gandum atau dedak.
Selain itu, untuk minum jangan lupa beri ulat Hong Kong timun atau pepaya muda. Sebab kedua buah-buahan tersebut merupakan sumber minum bagi ulat dengan wana kuning kecoklatan ini.
5. Perhatikan suhu ruangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210602-ulat-hongkong3.jpg)