6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tekuni Budidaya Ulat Hongkong
Selama burung kicauan ataupun ikan hias masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, ulat hongkong akan laris manis di pasaran.
Salah satu kunci bisnis ulat hongkong adalah dalam hal manajemen pembibitan, yang harus dijaga suhu optimal pada 27-30 derajat celcius.
Karena jika suhu di bawah itu dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap siklus reproduksi kumbang.
Apabila ingin kumbang bertelur dan melanjutkan siklus hidupnya, pastikan tempat tinggalnya bersuhu cukup hangat. Saat cuaca ekstim kita juga perlu memastikan suhu ruangan agar tetap stabil.
Sebaliknya, jika ulat hongkong berjumlah banyak dan akan digunakan sebagai pakan, kita dapat mendinginkan ulat hongkong di dalam wadah berlubang agar lebih tahan lama.
Akan tetapi, ulat Hongkong akan mati apabila ditempatkan di ruangan bersuhu kurang dari 4,5 derajat celcius.
6. Harus tekun, ulet dan terampil
Tips yang terakhir merupakan yang wajib dimiliki oleh setiap peternak. Untuk perawatan ulat Hongkong bisa dikatakan gampang-gampang susah, bahkan bisa lebih rumit dari hewan ternak lainnya.
Maka dari itu empat hal utama dalam manajemen pembibitan ini yakni adanya pakan, kontinuitas asupan air terjaga, tersedia media hidup, dan ukuran ulat bibitan dalam kotak harus seragam harus benar-benar diperhatikan. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210602-ulat-hongkong3.jpg)