Selasa, 2 Juni 2026

Awas, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Menyebabkan Peradangan

Peradangan adalah cara alami tubuh untuk melindungi diri saat terluka atau sakit.

Tayang:
Editor: suhendri
freepik
Sosis menjadi salah satu makanan yang disukai masyarakat karena murah dan praktis. Namun jangan kaget jika hal mengerikan ini terjadi pada tubuh jika rutin mengonsumsi sosis. 

* Kue kemasan

* Beberapa kue kering

* Semua makanan olahan yang mencantumkan minyak nabati terhidrogenasi parsial pada labelnya

3. Mengadung omega-6

Beberapa ilmuwan percaya bahwa minyak nabati tertentu, seperti minyak kedelai, dapat meningkatkan peradangan karena kandungan asam lemak omega-6 yang sangat tinggi.

Meskipun beberapa makanan lemak omega-6 diperlukan, tetapi mengonsumsinya secara berlebih menjadi tidak baik.

Faktanya, para profesional kesehatan merekomendasikan makan lebih banyak makanan kaya omega-3, seperti ikan berlemak, untuk meningkatkan rasio omega-6 dan omega-3 dan menuai manfaat anti-inflamasi omega-3.

Dalam sebuah penelitian, tikus yang diberi diet dengan rasio omega-6 ke omega-3 20: 1 memiliki tingkat penanda inflamasi yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang diberi diet dengan rasio 1: 1 atau 5: 1.

Namun, bukti bahwa asupan tinggi asam lemak omega-6 dapat meningkatkan peradangan pada manusia saat ini terbatas.

Studi terkontrol menunjukkan bahwa asam linoleat, asam omega-6 makanan yang paling umum, tidak memengaruhi penanda inflamasi.

Diperlukan lebih banyak penelitian sebelum kesimpulan dapat dibuat.

4. Karbohidrat olahan

Makan karbohidrat olahan dapat mendorong peradangan.

Karbohidrat olahan telah menghilangkan sebagian besar seratnya.

Serat ini dapat meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan kontrol gula darah, dan memberi makan bakteri menguntungkan di usus.

Para peneliti mengungkapkan bahwa karbohidrat olahan dalam makanan modern dapat mendorong pertumbuhan bakteri usus inflamasi yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit radang usus.

Karbohidrat olahan juga memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi daripada yang tidak diolah.

Konsumsi makanan dengan GI tinggi ini dapat meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan GI rendah.

Dalam sebuah penelitian, orang lanjut usia (lansia) Lyang melaporkan asupan tertinggi makanan GI tinggi, 2,9 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit inflamasi seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam sebuah studi terkontrol, pria muda dan sehat yang makan 50 gram karbohidrat olahan dalam bentuk roti putih mengalami kadar gula darah yang lebih tinggi dan peningkatan kadar penanda inflamasi tertentu.

Karbohidrat olahan di antaranya dapat ditemukan dalam:

* Permen

* Roti

* Pasta

* Kue kering

* Beberapa sereal

* Minuman ringan bergula

* Semua makanan olahan yang mengandung tambahan gula atau tepung

5. Alkohol yang berlebihan

Melansir Medical News Today, mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan masalah yang parah.

Dalam sebuah penelitian, kadar penanda inflamasi CRP meningkat pada orang yang mengonsumsi alkohol.

Makin banyak alkohol yang mereka konsumsi, makin banyak kadar CRP mereka meningkat.

Orang yang banyak minum minuman beralkohol dapat mengalami masalah dengan racun bakteri yang keluar dari usus besar dan masuk ke dalam tubuh.

Kondisi yang sering disebut "usus bocor" ini dapat menyebabkan peradangan yang meluas yang menyebabkan kerusakan organ.

Untuk menghindari masalah kesehatan terkait alkohol, asupannya harus dibatasi pada dua minuman standar per hari untuk pria dan satu untuk wanita.

6. Daging olahan

Mengonsumsi daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, serta kanker perut dan usus besar.

Jenis daging olahan yang umum adalah sosis, bacon, ham, daging asap, dan dendeng.

Daging olahan mengandung lebih banyak produk akhir glikasi (AGEs) yang lebih maju daripada kebanyakan daging lainnya.

AGEs dibentuk dengan memasak daging dan beberapa makanan lain pada suhu tinggi.

AGEs diketahui dapat menyebabkan peradangan.

Dari semua penyakit yang terkait dengan konsumsi daging olahan, hubungannya dengan kanker usus besar adalah yang paling kuat.

Meskipun banyak faktor yang berkontribusi terhadap kanker usus besar, salah satu mekanisme diyakini sebagai respons inflamasi sel usus besar terhadap daging olahan. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 6 Makanan Penyebab Peradangan yang Perlu Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved