Pondok Tahfidz Guntur Terbakar
Terbakar dan Robohnya Pesantren Kami, Kisah Ustazah Menerobos Kobaran Api Besar Demi Jaga Amanah
Rasanya pengin menangis mendengar kisahnya| Ustazah Vitria berlari sambil memadamkan api di jilbabnya| Ia berjuang mati-matian demi menjaga amanah
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Ia lari sekuat tenaga sambil memadamkan api di sejumlah pakaian yang ia kenakan.
Ustazah Vitria juga memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.
"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung Pangkalan Batu," katanya menceritakan.
Setidaknya ada dua santri yang bersedia pergi untuk mencari pertolongan dengan berjalan kaki dan memakai senter.
Dua santri ini pergi ke Pangkalan Batu, sekitar 400 meter dari pondok pesantren.
Saat warga Pangkalan Batu mengetahui pesantren kebakaran, para warga pun berteriak untuk memberitahukan warga lain.
Saking besarnya api, sampai- sampai warga pun tidak memakai senter saat menghampiri lokasi kejadian.
"Pesantren kebakaran, pesantren kebakaran, teriak warga," tirunya.
Pilihan Ustazah Vitria untuk melompat dari ketinggian 3 meter karena sudah terjebak api yang membesar adalah keputusan tepat.
Sebab beberapa saat kemudian pondok pesantren tersebut roboh.
Ia bersama para santri dan santriwati serta warga sekitar menyaksikan pondok pesantren itu, tempat mereka menuntut ilmu itu, roboh dilalap api.
Ada 3 santriwati yang diselamatkan oleh ustadzah.
Semuanya selamat dan tidak ada luka luka.
Sementara sang ustazah diselamatkan ke rumah warga karena luka bakar dan dirawat fasilitas kesehatan di Bangka Selatan sampai akhirnya dirujuk ke Pangkalpinang.
Baca juga: Pasca Kebakaran, Tenda dan Pakaian Sangat Dibutuhkan Santri/Santriwati Ponpes Tahfidz Guntur
Demi jaga amanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210606-ponpes-terbakar-789.jpg)