Jumat, 15 Mei 2026

Kesehatan

Tak Sama, Ketahui Perbedaan Maag dan GERD Berserta Penyebab dan Pengobatannya

Meski sama-sama masalah lambung dan menyebabkan nyeri di ulu hati ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Iwan Satriawan
Sriwijaya Post - Tribunnews.com
asam lambung 

BANGKAPOS.COM -  Penyakit lambung berupa maag dan GERD acap kali dianggap serupa oleh sebagian besar orang.

Meski sama-sama masalah lambung dan menyebabkan nyeri di ulu hati ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas dari mulai penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

Ketahui perbedaan maag dan GERD berikut ini. 

Maag ialah penyakit merupakan peradangan, iritasi, atau erosi yang terjadi pada lapisan lambung.

Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri yang menyebabkan sebagian besar luka di lambung. Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau kronis.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Hal ini disebabkan akibat katup di sistem pencernaan yang tidak berfungsi optimal. Seseorang dapat dinyatakan menderita Gerd bila terjadi kenaikan asam lambung ringan sekitar dua kali seminggu atau setidaknya sekali dalam seminggu. 

Gerd dipicu oleh terganggunya fungsi suatu otot di kerongkongan yang dinamakan sfingter esofagus.

Sfingter adalah otot katup yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh.

Sfingter esofagus memungkinkan makanan masuk ke lambung dan membantu menjaga agar makanan tidak kembali ke kerongkongan.

Saat terjadi iritasi pada sfingter, katup sfingter pun akan melemah dan rusak, hal tersebut  dapat menyebabkan cairan pencernaan dan isi perut yang harusnya tertahan naik kembali ke kerongkongan dan terjadinya GERD.

Penyebab penyakit maag dan GERD

Ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya kedua penyakit ini.  Lapisan lambung yang tipis mampu meningkatkan risiko seseorang untuk terkena gastritis atau maag. Bila lapisannya terlalu lemah, enzim pencernaan akan merusaknya dan terjadilah gastritis.

Penyebab lainnya juga dapat karena infeksi bakteri gastrointestinal, seperti bakteri Helicobacter pylori. Infeksi tersebut biasanya ditularkan dari orang ke orang, makanan atau air yang terkontaminasi.

Sementara itu, pada Gerd, kondisi ini disebabkan ketika seseorang memiliki hiatus hernia, yaitu bagian lambung yang menonjol masuk ke esofagus. Jika seseorang memiliki sfingter esofagus yang pendek (panjangnya kurang dari 3 cm) maka hal tersebut yang menjadi penyebab timbulnya Gerd.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved