Kesehatan
Tak Sama, Ketahui Perbedaan Maag dan GERD Berserta Penyebab dan Pengobatannya
Meski sama-sama masalah lambung dan menyebabkan nyeri di ulu hati ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Iwan Satriawan
Faktor-faktor berikut juga dapat memicu terjadinya iritasi pada sfingter, di antaranya makanan berlemak, pedas, buah atau jus yang dengan keasaman yang tinggi, kopi dan soda rokokm, alkohol, serta obat-obatan golongan tertentu seperti antikolinergik, beta-adrenergik, dan nitrat.
Kita juga bisa menemukan gejala yang berbeda pada maag dan GERD. Penyakit maag tidak menyebabkan gejala yang jelas pada semua orang namun, gangguan pada sistem pencernaan umumnya menjadi gejala maag yang paling sering, misalnya mual, muntah atau perasaan begah di perut bagian atas.
Sementara itu, gejala umum GERD biasanya adalah heartburn atau sensasi terbakar di dada, biasanya setelah makan yang mungkin memburuk di malam hari, sulit menelan makanan atau cairan asam naik ke kerongkongan (regurgitasi) sertac merasakan adanya benjolan atau yang mengganjal di tenggorokan.
Pengobatan Pengobatan maag dan GERD
Pada penyakit maag, pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebabnya, misalnya Jika gastritis disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi non-steroid atau alkohol, maka sebaiknya hentikan penggunaannya Obat antibiotik kerap diberikan jika maag disebabkan oleh bakteri H. pylori.
Antibiotik yang diberikan dapat berupa kombinasi dari klaritromisin dan amoksisilin atau metronidazole Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan proses penyembuhan, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam, seperti obat penghambat asam yang meliputi ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine Antasida yang bisa menetralkan asam lambung
Sedangkan GERD berkaitan pada peningkatan fungsi sfingter esofagus.
Pengobatan untuk mengatasi Gerd meliputi: Penghambat pompa proton (PPI), yaitu obat golongan penekan sekresi (produksi) asam yang kuat dengan masa terapi lama.
Setelah berhasil, dapat dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah seperti antagonis reseptor H2, prokinetik, atau bahkan antasida. Antasida sebagai penetral terhadap asam klorida sehingga dapat memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah obat-obatan prokinetik.
Pencegahan maag dan GERD
Kedua penyakit pada lambung ini dapat dicegah dengan memelihara pola hidup sehat dan menerapkan beberapa hal, diantaranya, tidak sering mengonsumsi zat-zat yang dapat mengiritasi perut, tidak makan dalam porsi besar dan terburu-buru, serta hindari berbaring setelah makan.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/asam-lambung-oke.jpg)