Virus Corona
Baru Terungkap WHO, Penerima Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna Punya Efek Samping Sangat Langka
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan regulator di Eropa menemukan hubungan potensial antara vaksin mRNA, yaitu Pfizer dan Moderna
Pada Juni lalu, mereka meminta sindrom kebocoran kapiler untuk ditambahkan sebagai potensi efek samping dari AstraZeneca.
Meski ada efek samping, baik EMA maupun WHO menyimpulkan, manfaat vaksin COVID-19 masih lebih besar daripada risikonya.
Namun regulator UE menyarankan, efek samping ini harus secara resmi tercantum dalam informasi produk untuk vaksin mRNA sebagai peringatan untuk dokter dan pasien.
Dalam berita lain seputar vaksin Pfizer, Israel melaporkan pada hari Senin penurunan kemanjuran Pfizer dalam mencegah infeksi.
Hal itu diduga karena merebaknya kasus varian Delta di seluruh negara.
Namun disebutkan, vaksin tetap efisien dalam mencegah penyakit serius.
Pfizer juga mengatakan, pihaknya sedang bekerja untuk menciptakan suntikan booster.
Bosster itu dapat digunakan setelah dosis kedua untuk meningkatkan kemanjuran dalam kasus varian yang sangat menular seperti Delta.
Sementara itu, regulator Uni Eropa mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan apakah lebih dari dua dosis vaksin diperlukan saat ini.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210702-ilustrasi-vaksin-virus-corona.jpg)