Sabtu, 11 April 2026

Diabetes

Mengenal Bahaya dan Penyebab Gula Darah Tinggi pada Penderita Diabetes

Jika tidak ditangani, gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius

Editor: suhendri
(freepik)
Ilustrasi diabetes 

BANGKAPOS.COM - Orang dengan diabetes tidak boleh diam saja ketika memiliki kadar gula darah tinggi.

Penderita diabetes wajib mengontrol kadar gula darahnya dalam kisaran yang sehat.

Berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap gula darah tinggi atau hiperglikemia, seperti pilihan makanan, aktivitas fisik, dan penggunaan obat, jelas penting diperhatikan oleh penderita diabetes.

Baca juga: Bagi Orang-orang yang Tak Bisa WFH, Ini Tips Bekerja di Kantor Saat Pandemi

Jika tidak ditangani, gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan perawatan darurat.

Bahaya gula darah tinggi pada penderita diabetes

Merangkum Mayo Clinic, hiperglikemia pada penderita diabetes bisa menyebabkan berbagai kondisi berbahaya.

Berikut adalah beragam komplikasi jangka panjang maupun komplikasi darurat dari gula darah tinggi pada penderita diabetes yang perlu diwaspadai:

* Penyakit kardiovaskular

* Kerusakan saraf (neuropati)

* Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal

* Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik) yang berpotensi menyebabkan kebutaan

* Mengaburkan lensa alami mata yang biasanya jernih (katarak)

* Masalah kaki yang disebabkan oleh kerusakan saraf atau aliran darah buruk yang dapat menyebabkan infeksi kulit serius, ulserasi, dan amputasi dalam beberapa kasus parah

* Masalah tulang dan sendi Infeksi gigi dan gusi

* Ketoasidosis diabetik: Ketoasidosis diabetik berkembang ketika penderita diabetes tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh. Ketika ini terjadi, gula (glukosa) tidak dapat memasuki sel untuk keperluan produksi energi. Tingkat gula darah kemudian naik dan tubuh penderita mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam beracun yang dikenal sebagai keton. Kelebihan keton dapat menumpuk dalam darah dan urine. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan koma diabetes dan mengancam jiwa

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved